DPRD Jabar Minta Ridwan Kamil Serius Tanggulangi Banjir

Terasjabar.co – Sejumlah Anggota DPRD Jawa Barat meminta pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil serius menangani bencana banjir. Terlebih, sejak Senin (24/2/2020) sejumlah daerah di Jabar diterjang banjir terutama di kawasan pantai utara mulai dari Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang.

Anggota Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya mengatakan, pemerintah seharusnya sejak awal sudah bisa memprediksi banjir yang terjadi awal pekan ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan menyebabkan sungai meluap.

“Jadi memang ini sebuah fenomena atau siklus yang harusnya bisa diprediksi. Ketika tahun lalu cenderung untuk hari-hari itu kering maka hari ini bisa diprediksi akan terjadi hujan,” kata Abdul Hadi, Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, para pimpinan di BPBD dan Dinsos tentu sudah memahami situasi saat ini. Pada akhir 2019, kata Hadi, pihaknya terus memantau tentang ketersediaan gudang atau stok logistik untuk bencana terkait air.

“Namun yang sampai sekarang kami masih sangat kecewa adalah bahwa tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) yang waktu itu dipimpin Pjs Sekda dalam rapat badan anggaran, setelah mendengar argumen kami untuk menambah buffer stock di Dinsos itu menolak untuk penambahan anggaran. Akhirnya dengan anggaran 2020 itu untuk buffer stock ini hanya Rp 1,9 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Jabar dari fraksi Partai Demokrat Irfan Suryanagara menilai, upaya antisipasi banjir harus direncanakan pemerintah sejak jauh hari. Padahal, sebagai diketahui, kejadian bencana alam di Kabupaten Bogor, Bekasi, dan Karawang di awal tahun 2020 sudah terjadi.

“Dan benar tepat di hari pertama 2020 sudah terjadi hujan dengan intensitas sangat tinggi dan akhir Februari kembali terjadi bencana. Ini sudah bisa diprediksikan kita kehabisan stok,” katanya.

Sebab rentetan bencana hidrologi dalam dua bulan terakhir ini, Irfan mengingatkan pemerintah Jawa Barat yang berdalih pada saat itu bahwa stok cadangan bisa diminta dari Kementerian Sosial.

“Jadi dengan ini kami sebagai anggota DPRD yang menjalankan fungsi pengawasan menggarisbawahi dengan sangat tegas bahwa pemprov sangat tidak tanggap terhadap antisipasi bencana alam khususnya banjir yang hari ini kita rasakan,” ujarnya.

Irfan pun menyorot saat bencana banjir terjadi seperti sekarang ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sedang berada di luar negeri.

Sang gubernur yang akrab disapa Emil itu sedang menjalankan kunjungan kerja dalam rangka meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, mempromosikan Jabar kepada investor potensial sekaligus memperluas pasar kopi Jabar ke luar negeri.

“Kami menyayangkan sekali seharusnya pak Ridwan Kamil setelah acara puncak pertemuan di Australia terlaksana, adalah lebih bijak untuk pulang ke Jawa Barat. Ibarat kapal ya kapal ini butuh nahkoda,” katanya.

Ridwan Kamil sendiri disebutkan memotong perjalanan dinas luar negerinya terkait situasi bencana banjir di Jawa Barat saat ini.

“Melakukan perencanaan di daerah rawan banjir seperti di pantai utara. Kota Bekasi, Subang, Karawang itu desain mereka apa ketika terjadi bencana. Jangan masyarakat akhirnya merasa sendiri,” ujarnya.

Dia juga mendesak agar alokasi anggaran dana darurat kebencanaan yang disiapkan Pemprov Jabar yang masuk daerah rawan bencana untuk dinaikkan.

Pemprov Jabar Segera Normalisasi Kali

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan banjir yang terjadi pada Selasa (25/2/2020) disebabkan curah hujan cukup tinggi yang terjadi sehari sebelumnya.

“Kondisi curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi saluran drainase yang kurang baik serta terbatasnya daya tampung Kali Bekasi menyebabkan terjadinya banjir di wilayah tersebut,” kata Setiawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (26/2/2020).

Sebagai upaya penanggulangan, kata dia, pihaknya telah menyiapkan beberapa program bersama pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Pemda Kabupaten/Kota.

“Dengan program peningkatan kapasitas sungai melalui normalisasi sungai dan kali seperti Kali Bekasi, Kali Blencong, Kali Busa, Kali Srengseng, Kali Menir, Kali Sadang, dan Kali Cikarang,” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar sendiri sudah mengarahkan perahu karet untuk evakuasi.Selain itu, Setiawan berujar akan dilakukan upaya-upaya pencegahan banjir melalui pembangunan sumur resapan, sistem tampungan di saluran primer, serta penampungan air hujan atau Rain Water Harvesting.

Pemprov, kata dia, juga akan membangun tanggul pengaman pantai dan sungai, pembangunan sistem polder, serta perbaikan dan peningkatan kapasitas saluran drainase perkotaan.

“Keseluruhan program akan dituangkan dalam bentuk komitmen bersama dan kesepakatan bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota se-Jabodetabek beserta Puncak dan Cianjur yang difasilitasi oleh Dirjen Bangda Kemendagri,” ujarnya.


“BPBD Provinsi Jawa Barat telah mengirimkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, lauk pauk, tambahan gizi, sembako, selimut, dan matras,” lanjut Manajer Pusdalops BPBD Jawa Barat Budi Budiman Wahyu.

Ia juga mengatakan BPBD terus melakukan pemantauan tinggi muka air wilayah yang terdampak banjir.

“BPBD Provinsi Jawa Barat melakukan pendampingan untuk kaji cepat dan evakuasi dengan membawa perahu karet,” kata Budi.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × three =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam