Anggaran Kesehatan Ditingkatkan, Komisi V DPRD Jabar Minta RSUD Al Ihsan Tingkatkan Layanan Kesehatan Bagi Masyarakat Tidak Mampu

Terasjabar.co – Komisi V DPRD Jabar mendesak RSUD Al Ihsan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu. Hal itu seiring dengan telah dianggarkannya dana sebesar Rp 20 miliar untuk pengobatan gratis masyarakat, khususnya bagi masyarakat tidak mampu yang akan mengakses fasilitas kesehatan melalui Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

“Alhamdulilah kemarin sudah kita dorong anggaran Rp 20 miliar untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di RSUD Al Ihsan, sehingga masyarakat yang tidak mampu bisa menggunakan SKTM untuk mendapatkan fasilitas pengobatan gratis,” jelas Toni Setiawan Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Sabtu (18/1/2020).

Seiring dengan turunnya anggaran kesehatan untuk pengobatan gratis tersebut, pihaknya berharap RSUD Al Ihsan bisa lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Baik dari sisi fasilitas kamar inap maupun dari sisi obat obatan yang diberikan.

“Yang harus diperhatikan bersama yaitu peran dari RSUD Al Ihsan. Jangan membedakan antara pelayanan kesehatan yang mampu dengan masyarakat tidak mampu, baik dari sisi obat obatan yang diberikan maupun fasilitas lainnya. Jangan karena masalah SKTM lalu pelayanan dibeda bedakan, itu gak boleh,” jelas anggota dewa dapil Kabupaten Bandung ini.

Diungkapkan Toni, masalah kesehatan bagi masyarakat memang menjadi perhatian pihaknya selama ini di Komisi V DPRD Jawa Barat. Terlebih persoalan kesehatan merupakan persoalan yang sangat penting untuk diperhatikan. Apalagi masalah perkembangan jumlah penduduk dan perkembangan ekonomi di masyarakat cukup berkembang, membuat perkembangan penyakit pun meningkat juga.

“Kami di Komisi V DPRD Jawa Barat mendorong terus bagaimana rumah sakit ini menyediakan layanan kesehatan yang canggih, inovasi, yang sehat juara. Khususnya untuk RSUD Al Ihsan yang kini memiliki direksi baru. Tentunya layanan kesehatan bagi masyarakat harus lebih ditingkatkan,” katanya.

Tidak hanya itu saja, lanjut Toni, pihaknya pun berharap agar manajemen RSUD Al Ihsan turut serta mensosialisasikan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat tidak mampu tersebut. Terlebih selama ini banyak masyarakat yang belum mengetahui bagaimana cara mengakses layanan kesehatan gratis melalui SKTM.

“Tentunya RSUD Al Ihsan harus aktif mensosialisasikan layanan itu pada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa tahu bagaimana cara mengaksesnya. Baik dari tahapan RT/RW, Kepala Desa dan Camat serta lainnya,” jelasnya.

Namun demikian disisi lain, masyarakat pun perlu memahami bagaimana mekanisme untuk mengakses layanan kesehatan dengan SKTM tersebut. Jangan sampai malah SKTM pun dimanfaatkan pihak pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan.

“Jangan juga sampai terjadi ada pasien yang awalnya menjadi posien umum dan tidak bawa SKTM, tiba tiba setelah lama dirawat, meminta fasilitas SKTM. Ya itu gak bisa, karena malu disebut masyarakat tidak mampu lalu kasak kusuk cari SKTM, ya jangan seperti itu. Karena untuk mendapatkan layanan kesehatan dengan SKTM itu harus dari awal dan jelas status ekonominya,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *