Dari HGU, 408 KK Kini Dapat Sertifikat Hak Milik Atas Tanah di Harjasari Garut

Terasjabar.co – Sebanyak 408 Kepala Keluarga (KK) di Perkebunan Harjasari Selecta, Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), mendapat Sertifikat Hak Milik (SHM) atas total 543 bidang tanah seluas 104 hektare yang sebelumnya berstatus Hak Guna Usaha (HGU) garapan.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum turut mendampingi Menteri Administrasi Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia (RI) Sofyan Djalil dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) RI Teten Masduki dalam penyerahan sertifikat di Perkebunan Harjasari Selecta, Senin (23/12/2019).

Adapun penyerahan sekaligus penetapan status kepemilikan tanah dari HGU ke SHM ini dilakukan dalam rangka program Reforma Agraria melalui kegiatan redistribusi tanah.

Menurut Uu, penyerahan sertifikat tanah hak milik ini menjadi elemen pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dia berujar, pemberian sertifikat tanah kali ini berbeda dengan pemberian sertifikat tanah sebelumnya, di mana penyerahan sertifikat tanah sebagai bukti legalitas kepemilikan tanah yang sudah dimiliki masyarakat atau PTSL.

“Tapi hari ini secara de jure diberikan dua-duanya, tanah dan sertifikatnya diberikan (kepada masyarakat), sangat luar biasa,” ucap Uu.

“Oleh karena itu, atas nama masyarakat Jawa Barat, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat,” tambahnya.

Uu pun mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong Bupati/Wali Kota di Jabar untuk melegalkan kepemilikan tanah HGU yang terlantar di wilayah masing-masing. Pasalnya, Uu menilai banyak HGU yang terlantar karena masyarakat tidak tahu tata cara sertifikasi tanah.

“Banyak sekali HGU (di Jawa Barat) yang terlantar. Dan masyarakat tidak tahu jalan, tidak tahu cara (sertifikasi). Insyaallah akan saya sampaikan kepada para bupati, kalau memang bupati tersebut memiliki tanah HGU yang terlantar,” tutur Uu.

“Syaratnya satu, bupati jangan (lebih dulu) memberikan izin perpanjangan HGU tersebut. Jadi, kalau bupati tidak memberikan izin (perpanjangan HGU) berarti ada kemungkinan besar bisa seperti sekarang (alih kepemilikan lahan HGU),” paparnya.

Sofyan Djalil sementara itu mengatakan, program sertifikasi tanah ini sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86/2018 tentang Reforma Agraria yang ingin memperbaiki keadilan dalam bidang ekonomi, terutama dalam penguasaan tanah.

Ada dua program Reforma Agraria. Pertama, sertifikasi kepemilikan tanah masyarakat atau PTSL yang ditargetkan seluruh tanah milik masyarakat di Indonesia sudah tersertifikasi di 2025. Kedua, pemberian tanah kepada rakyat terutama tanah HGU yang terlantar.

Karena, ujar Sofyan, saat ini masih banyak tanah HGU yang setelah dikuasai dengan status HGU tapi tidak diurus. “Seperti tanah HGU yang ada di Harjasari ini,” ujarnya.

“Biasanya (untuk) PTSL, tanahnya sudah milik masyarakat (ketika) kami mensertifikatkan. Tapi kali ini, tanah bekas HGU yang digarap masyarakat kemudian kami bagikan, berikan hak milik, kepada masyarakat yang telah menggarap selama ini, sesuai dengan program Bapak Jokowi, program Reforma Agraria,” ujar Sofyan.

Adapun berdasarkan data Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Jabar, pelaksanaan redistribusi tanah di Jabar periode 2007-2018 mencapai 175.537 bidang tanah dengan luas kurang lebih 41 ribu hektare.

Sementara pada 2019 ini, Jabar menargetkan sertifikat redistribusi tanah sebanyak 25.500 bidang. Dari target tersebut, capaian fisiknya saat ini ada di angka 96 persen.

Dan untuk masyarakat yang telah mendapat SHM atas tanah HGU di Harjasari ini, mereka telah bersepakat untuk berada dalam kelompok pengikat, yakni koperasi. Tujuannya, untuk memanfaatkan bidang tanah yang sudah dimiliki tersebut dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Masyarakat Harjasari sendiri sudah ditetapkan menjadi sepuluh kelompok dengan budidaya berbagai macam tanaman, seperti jeruk, kentang, jagung, wortel, dan lain sebagainya.

Menurut Teten Masduki, tanah HGU seluas 104 hektare yang sudah diredistribusi tersebut masuk dalam skala bisnis untuk pertanian kecil.

Nantinya, Kementerian Koperasi dan UKM bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Garut akan memberikan pembinaan pertanian modern kepada masyarakat untuk jenis komoditi unggulan tertentu.

“Nanti kami akan carikan partner, kepemilikan lahan bisa dijadikan pinjaman ke bank. Saya kira sekarang banyak pembiayaan dari bank,” ucap Teten.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 1 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam