Irfan Suryanagara: BUMD di Jawa Barat Butuh Penyegaran

Terasjabar.co – Kondisi BUMD di Jawa Barat saat ini dinilai tidak sehat, pasalnya hanya dua BUMD yang efektif memberikan kontribusi terhadap PAD Jawa Barat sebesar Rp 450 Miliar dari belasan BUMD di Jabar.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi partai Demokrat, Ir. Irfan Suryanagara, M.Ipol. di Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro No. 27, Kota Bandung, Sabtu (23/11/2019).

Irfan menambahkan, BUMD tersebut seharusnya dapat berkontribusi sebesar 10 persen dari PAD yang dihasilkan saat ini.

“Seharusnya, jika PAD Jabar sebesar Rp. 23 Triliun, seharusnya masing-masing BUMD dapat menghasilkan sebesar Rp. 2 Triliun,” ujar Irfan

Pria kelahiran Pandeglang 52 tahun silam itu melanjutkan, keberadaan BUMD lainnya yang cenderung membebani APBD Jawa Barat. Oleh karena itu, menurutnya perlu akselerasi peningkatan pada sektor BUMD tersebut.

Langkah kongkrit pemulihan BUMD tersebut, menurut pria yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jabar ini adalah melakukan penyegaran dengan menempatkan orang yang tepat untuk menempati posisi pemimpin di BUMD dengan kualifikasi dan kriteria yang mumpuni untuk mengisi jabatan strategis tersebut.

“Sehingga penempatan pucuk pemimpin perusahaan BUMD harus memiliki jiwa enterpreuneur, usaha yang kuat serta bertanggung jawab terhadap pekerjaanya, jika tidak maka yang ada hanya akan membawa kerugian bagi BUMD,” tutur Irfan.

Pria kelahiran 20 Agustus 1967 ini melanjutkan, perbaikan kinerja BUMD dinilainya sangat penting. Dengan dilakukannya perbaikan kinerja BUMD akan menjadi suplemen bagi peningkatan PAD Jawa Barat dan berdampak pada percepatan pembangunan di Jabar.

“Dengan meningkatnya PAD Jabar, tentu akan mengurangi ketergantungan Pemerintah Jawa Barat pada Pemerintah Pusat. Sebab, selama ini Pemda Jabar masih bergantung dengan APBN melalui Dana Alokasi Khusus yang nilainya cukup besar,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *