Tahun Depan Asrama Haji Dibangun di Indramayu, untuk Embarkasi BIJB Kertajati
Terasjabar.co – Pembangunan kompleks asrama haji untuk pemberangkatan haji dari embarkasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati akan dimulai 2020.
Hal ini untuk mengakomodasi pemberangkatan haji asal Jawa Barat dari bandara di Kabupaten Majalengka tersebut pada 2020.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Kantor Wilayah Jawa Barat, Ajam Mustajam, mengatakan, untuk tahap pertama pembangunan kompleks asrama haji ini akan membangun aula, kantor, dan gudang logistik.
Lokasinya di Kabupaten Indramayu di atas lahan seluas delapan hektare. Bangunan asramanya sendiri, katanya, belum bisa dibangun pada tahap pertama mengingat keterbatasan waktu.
Dengan adanya aula dan gudang logistik, kata Ajam Mustajam, para calon haji tidak akan menginap di asrama, melainkan hanya transit sebelum diberangkatkan melalui Bandara Kertajati.
“Jadi transit sebentar dulu di aula, tidak menginap karena belum ada asramanya. Setelah mengantre jadwal, langsung diberangkatkan ke Bandara Kertajati dan langsung ke Tanah Suci,” kata Ajam Mustajam di Bandung, Sabtu (20/7/2019).
Ajam mengatakan pada tahap pertama kemungkinan yang akan diberangkatkan dari Bandara Kertajati adalah jamaah asal Kabupaten Majalengka, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Indramayu.
Pemberangkatan jamaah dari enam daerah tersebut melalui Kertajati pun sudah siap pada tahun ini. Namun, akibat kontrak yang sudah diteken antara maskapai Saudia Arlines dan Bandara Soekarno Hatta, penerbangan jamaah haji dari Kertajati urung dilakukan tahun ini.
Penambahan fasilitas embarkasi membuka kemungkinan selanjutnya pemberangkatan dari Bandung Raya dan Priangan Timur. Diperkirakan yang akan tetap berangkat dari Embarkasi Bekasi atau Jakarta adalah jamaah asal Bogor, Bekasi, Depok, dan Sukabumi.
Ajam mengatakan tidak hanya untuk warga Jabar, pemberangkatan jamaah haji dari Kertajati pun akan dilakukan oleh enam kabupaten atau kota di Jawa Tengah bagian Barat, seperti Brebes, Tegal, Cilacap, dan Banyumas, mengingat jarak yang juga dekat dengan Jawa Tengah bagian barat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri menargetkan pada 2020 Bandara Kertajati menjadi tempat pemberangkatan haji. Pemberangkatan umrah dari Kertajati dimulai antara Agustus sampai September 2019.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan agar target 2020 itu dapat dipenuhi, sebelumnya harus ada penetapan terlebih dahulu dari Kementerian Agama RI. Berdasarkan rapat dengan Kemenag, Iwa mengatakan bahwa embarkasi haji semakin pasti akan dibangun di Kabupaten Indramayu.
Menjadi pertimbangan utama karena Pemerintah Kabupaten Indramayu telah memberikan hibah lahan seluas delapan hektare beserta sertifikatnya.
“Sehingga atas dasar tersebut, maka Kementerian Agama menetapkan embarkasi haji adanya di Kabupaten Indramayu. Berada sekitar 40 kilometer dari Bandara Kertajati dengan jarak tempuh 30 menit,” ujar Iwa Karniwa.
Sebagai kelengkapan fasilitas diembarkasi di Indramayu, Pemprov Jabar diminta oleh Kemenag membangun masjid untuk jamaah. Permintaan khusus ini dikeluarkan karena Kemenag memiliki keterbatasan dana.
“Hal ini segera diusulkan ke gubernur dan DPRD, agar pembangunan masjid menjadi anggaran di APBD 2020,” kata Iwa.
Selain masjid, Kemenag juga meminta bantuan untuk dibangunkan pagar sepanjang kawasan embarkasi. Untuk pagar seluruh kawasan embarkasi haji direncanakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Ditetapkannya Bandara Kertajati sebagai embarkasi haji 2020 menuntut kesiapan baik dari kebandarudaraan maupun infrastruktur penunjang. Runway atau landasan pacu sepanjang 3.000 x 60 meter sudah bisa dipakai pesawat yang melayani haji, yakni Boeing 777-300 milik Garuda Indonesia atau Saudi Airlines.
“Kalau tahun lalu mungkin mengapa belum bisa digunakan sebagai bandara haji, karena baru 2.500 meter runway-nya. Sedangkan saat ini sudah 3.000 meter disertifikasi dan parking area yang sudah bisa menampung 22 pesawat, empat di antaranya untuk wide body,” ucap Direktur PT BIJB, Muhamad Singgih.
Sedangkan untuk item lainnya seperti Bea Cukai Imigrasi, sudah tidak ada masalah. Singgih mengatakan ada beberapa alternatif ihwal asrama untuk calon haji yang sudah disampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah, yakni penggunaan terminal keberangkatan bandara.





Leave a Reply