Pemprov Jabar Siapkan 400 Alat Smart Fishing Untuk Para Nelayan Di Pantai Selatan Dan Utara

Terasjabar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perikanan dan Kelautan, siapkan 400 aplikasi Smart Fishing di tahun ini. Sebanyak 400 aplikasi tersebut akan dibagikan kepada nelayan di pantai selatan dan utara.

Begitu dikatakan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat Jafar Ismail, saat ditemui di kantornya, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Senin (8/7/2019).

Smart Fishing adalah aplikasi yang menggunakan teknologi satelit yang mempunyai daya scan, sehingga dapat mempermudah para nelayan mencari ikan. Dengan aplikasi ini juga mampu mengetahui dan mendeteksi posisi dan lokasi ikan secara akurat.

Aplikasi ini berbentuk layar monitor dengan menggunakan teknologi satelit yang dapat mengirim informasi kepada nelayan, dan dikembangkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama Diskanlut Jabar.

“Insha Allah di tahun ini sebanyak 400 Smart Fishing akan kita bagikan kepada para nelayan di pantau utara dan selatan. Untuk pantai utara sebanyak 200 aplikasi dan pantai selatan 200 aplikasi,” kata Jafar.

Ada syarat yang harus ditaati oleh para nelayan untuk mendapatkan aplikasi ini. Jafar menegaskan, syarat itu adalah para nelayan tidak menggunakan alat penangkap ikan yang tidak ramah lingkungan.

Meskipun kata Jafar, sampai saat ini kebanyakan nelayan masih berpikiran konservatif. Maka dari itu butuh sosialisasi yang masif untuk memberikan pemahaman kepada nelayan agar bisa menyukseskan program ini.

“Nelayan yang menerima aplikasi ini tidak boleh menggunakan alat yang dilarang oleh undang-undang,” jelasnya.

Diakui Jafar, aplikasi Smart Fishing ini juga sudah diterapkan di 20 nelayan pantai selatan Jawa Barat. Hanya kapal-kapal kecil di bawah 12 mil, yang mendapatkan aplikasi ini. Sementara itu, untuk kapal-kapal besar di atas 30 Gross Tonnage (GT) tidak diberikan aplikasi itu karena memiliki teknologi yang memadai.

“Hanya untuk kapal-kapal kecil di bawah 30 GT aplikasi ini. Agar nelayan-nelayan kecil mampu memperbesar penghasilan ikannya,” jelasnya.

Sehingga, program yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuju Juara Lahir Bathin ini juga mampu dirasakan oleh semua kalangan masyarakat, termasuk nelayan.

“Ini kan bagian dari visi Pak Gubernur menujur Jabar Lahir Bathin dalam bidang perikanan dan kelautan,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − sixteen =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data