Dana Silpa APBD 2018 Jawa Barat Rp 3,06 Triliun

Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan Nota Pengantar perihal Raperda pelaksanaan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2018 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kamis (27/6/2019).

Dalam laporan pertanggungjawaban itu, Gubernur yang akrab disapa Emil ini menyampaikan realisasi pendapatan daerah sampai dengan 31 Desember 2018. Jumlahnya sekitar Rp 33,91 triliun. Sedangkan, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berkenaan (Silpa) tercatat sebesar Rp 3,06 triliun.

“Penyampaian laporan itu sebagai wujud pertanggungjawaban. Rapat paripurna ini adalah rutinitas yang kami lakukan, melaporkan Anggaran Belanja Daerah Jawa Barat 2018,” ucap Emil.

Emil mengatakan bahwa Raperda yang disampaikan berupa laporan keuangan pemda yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Laporan hasil pemeriksaannya secara resmi telah disampaikan oleh BPK RI dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD tentang Penyerahan LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2018 pada 28 Mei 2019 lalu.

“Dan Alhamdulillah kita bisa mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-8 kalinya,” katanya.

Ridwan mengatakan, penyampaian laporan itu adalah kewajiban setelah dilakukan pemeriksaan oleh BPK. “Nanti dewan akan melakukan pengecekan-pengecekan dan rekomendasi sistem pelaporan keuangan seperti apa,” katanya.

Realisasi APBD

Sementara itu, salah satu komponen dalam laporan keuangan adalah laporan realisasi APBD. Realisasi APBD Tahun Anggaran 2018 sesuai dengan struktur APBD terdiri dari pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah.

Realisasi pendapatan daerah sampai dengan 31 Desember 2018 sebesar Rp 33,91 triliun atau 101,97% dari anggaran pendapatan yang telah ditetapkan, yaitu Rp33,26 triliun. Pendapatan daerah bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), realisasinya mencapai Rp19,64 triliun atau 104,39% dari anggaran yang telah ditetapkan yaitu Rp18,81 triliun.

PAD sendiri didapatkan dari beberapa sumber, yakni Pajak Daerah (realisasi mencapai Rp 18,15 triliun), Retribusi Daerah (realisasi mencapai Rp 49,17miliar), Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan (realisasi mencapai Rp348,53 miliar), dan PAD yang Sah (realisasi mencapai Rp 1,09 triliun).

Kemudian, Dana Perimbangan (realisasi mencapai Rp 13,98 triliun atau 99,09% dari anggaran yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp14,10 triliun). Pendapatan Dana Perimbangan bersumber dari Dana Bagi Hasil Pajak (realisasi mencapai Rp 1,49 triliun), Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (realisasi mencapai Rp 307,51 miliar), Dana Alokasi Umum (DAU) (realisasi mencapai Rp 3,02 triliun), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) (realisasi mencapai Rp 9,37 triliun).

Selain itu, Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah (realisasi mencapai Rp 68,10 miliar atau 100,00% dari anggaran yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp 68,10 miliar). Pendapatan lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah bersumber dari Pendapatan Hibah (realisasi mencapai Rp 22,04 miliar), Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus (realisasi mencapai Rp 33,75 Miliar), dan Pendapatan dari Bantuan Keuangan Pemerintah Daerah lainnya (realisasi sebesar Rp 12,31 miliar).

Selanjutnya, berkenaan dengan belanja daerah realisasi sampai dengan 31 Desember 2018 sebesar Rp 33,33 triliun atau 93,45% dari alokasi anggaran yaitu sebesar Rp 35,66 triliun. Belanja daerah terdiri dari Belanja Tidak Langsung direalisasikan sebesar Rp25,62 triliun atau 94,35% dari alokasi anggaran sebesar Rp 27,15 triliun.

“Dalam realisasi belanja tidak langsung, selain Belanja Pegawai di dalamnya juga termasuk realisasi Belanja Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil Kepada Kabupaten/Kota, Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa, serta Belanja Tidak Terduga, dan Belanja langsung direalisasikan sebesar Rp 7,71 triliun,” ujar Ridwan.

Pembiayaan daerah

Lebih lanjut, bagian akhir dari struktur APBD adalah Pembiayaan Daerah. Dalam pemahaman keuangan daerah, pembiayaan daerah merupakan setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun anggaran berikutnya.

Penganggaran pembiayaan daerah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit anggaran atau memanfaatkan surplus anggaran, yang merupakan selisih antara pendapatan daerah dan belanja daerah.

Pembiayaan daerah sendiri terdiri dari Penerimaan Pembiayaan Daerah direalisasikan sebesar Rp 2,56 triliun dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah direalisasikan sebesar Rp88,19 triliun. Selanjutnya, dari keseluruhan transaksi anggaran dan realisasi APBD Tahun 2018, dapat diketahui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berkenaan (Silpa), yaitu sebesar Rp 3,06 triliun.

Diakui Ridwan, Jawa Barat memang sudah sangat baik. Ia mengatakan, saat ini tinggal memperbaiki kekurangannya seperti peningkatan PAD, perbaikan rasionalitas keuangan, serta ada masukan-masukan KPK.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 1 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam