Ombudsman Jabar: Sistem Zonasi PPDB Harus Digodok Bersama dengan Fasilitas dan Mutu Pendidikan

Terasjabar.co – Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat mengaku mendapatkan banyak laporan dari masyarakat yang tidak puas dengan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jabar, Haneda Tri Lastoto, mengatakan sistem zonasi memang harus matang diterapkan berdampingan dengan fasilitas dan mutu pendidikan yang memadai. Namun ia juga menilai disamping lain pihaknya juga mendukung sistem tersebut.

Pada prinsipnya sejak 2017 Ombudsman mendukung sistem zonasi sebagai sistem yang diterapkan dalam pelaksanaan PPDB, hanya pihaknya menyarankan beberapa catatan.

“Sebetulnya kami mendukung, namun dengan beberapa catatan terkait sarana pra sarana juga harus dilakukan percepatan, rotasi guru, dan mutu pendidikan lainnya harus segera terfasilitasi,” ujar Kepala Ombudsman RI Jabar, Haneda Tri Lastoto, Kamis (20/6/2019).

Haneda menjelaskan, jika hanya berbicara soal sistem, sementara struktur, infrastruktur, dan sarana lain belum terpenuhi maka akan ditemukan kesulitan.

Menurutnya, sistem serta perangkat lainnya harus berkesinambungan, baik antara structure of flow, culture of flow, dan lain sebagainya.

Selain itu, adapun jika sistem dan perangkat sudah berjalan dengan baik, namun masyarakat belum bisa memenuhi aturan tersebut maka juga sistem masih sulit dijalankan.

Standar Pelayanan

Menyikapi PPDB ini Ombudsman memberikan dukungan kepada pemerintah menerapkan sistem zonasi. Tetapi dengan catatan pertimbangan lain yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem zonasi yakni standar pelayanan.

Haneda mencontohkan, ketika pemerintah menyelenggarakan pelayanan dengan basis teknologi, maka harus bertanggung jawab penuh atas hal tersebut.

“Jangan sampai menyelenggarakan pelayanan namun justru masih menyulitkan masyarakat,” ucapnya.

Dikatakan Haneda, pelayanan merupakan kewajiban yang memang harus datang dari penyelenggara terlebih dahulu.

Ada 3 standar pelayanan yang harus terpenuhi pemerintah, yakni pertama, kemampuan penyelenggaraan negara, kedua melihat kondisi lingkungan di sekitarnya, ketiga yakni kebutuhan masyarakat.

Menurut Haneda, jika dari ketiga standar pelayanan itu sudah terpenuhi maka akan memudahkan penyelenggaraan.

Seperti halnya ia mencontohkan, sekolah negeri ternyata tidak mampu menampung semua siswa, karena hal itu juga tergantung dari kemampuan negara.

Melihat keadaan tersebut maka negara juga harus menggodok menjalin kerja sama dengan swasta atau masyarakat.

“Diajak sejak awal harus digandeng, sebagai bagian dari misi, swasta diberikan peran sebagai ruang lingkup yang juga menyediakan pelayanan pendidikan,” ujarnya.

Haneda mengungkapkan jika hal tersebut tidak dilakukan maka dikhawatirkan muncul liberalisme pendidikan, siapa yang kuat bayar itu yang terlayani.

Sememtara itu, lanjut Haneda, pendidikan tidak boleh terjadi diskriminatif. Menurutnya, pada prinsipnya setiap orang memiliki hak dasar untuk mendapatkan pendidikan karena siswa sama halnya sebagai aset negara.

“Jangan sampai anak menjadi korban dari kelemahan dari sistem itu yang harus kita kaji dan bangun bersama,” ujarnya.

Selanjutnya ia mengungkapkan jika pihaknya optimis bahwa pemerintah dapat memberikan pelayanan tersebut didukung dan pemberdayaan masyarakat sendiri.

Disadari Haneda, tidak semua masyarakat memiliki kemampuan yang sama, oleh sebab itu menurutnya kesinambungan standar pelayanan publik antara pemerintah sebagai penyelenggara negara dan pemberi layanan dan masyarakat pengguna layanan maka harus memiliki kesepahaman.

Oleh karena itu juga, pada saat pemerintah akan menerapkan standar pelayanan publik maka wajib mengikut sertakan masyarakat.

Antara lain tokoh masyarakat, ahli pendidikan, pegiatan pendidikan dan lain sebagainya, yang menimbang mewakili betul suara masyarakat.

Haneda menegaskan, demikian pada PPDB ini pihaknya menyarankan pemerintah terkait atau Disdik harus terus mengevaluasi sistem zonasi tersebut, “sehingga di tahun selanjutnya diharapkan tidak ada lagi gejolak seperti yang terjadi tahun ini,” ujarnya.

Haneda berpendapat, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, begitupun pemerintah harus sudah mampu memberikan jawaban.

Sistem yang diterapkan dilengkapi dengan bukti penyelenggaraan dengan baik. Kemudian masyarakat pun harus memahami sistem yang diberlakukan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − thirteen =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam