Pemprov Jabar Siapkan Laboratorium dan Aplikasi Digital Sungai Citarum

Terasjabar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan laboratorium khusus untuk meneliti kualitas air Sungai Citarum di Kantor Citarum Harum di Jalan Naripan, Kota Bandung. Hasil penelitian dari laboratorium ini akan menjadi dasar hukum penindakan pencemaran daerah aliran sungai (DAS) Citarum.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan selama ini hasil penelitian mengenai kualitas air Sungai Citarum dari berbagai laboratorium cenderung berbeda. Karenanya, dengan hanya diteliti oleh satu laboratorium di bawah Satgas Citarum Harum, dapat diperoleh hasil yang otentik.

“Kami lakukan persiapan pindah kantor di Jalan Naripan. Nanti kalau rapat-rapat tentang Citarum tidak di mana-mana lagi, tapi di Naripan yang bekas Kantor Dinas Lingkungan Hidup,” kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (25/3/2019).

Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim, mantan Pangdam III Siliwangi, menjadi Ketua Harian Citarum Harum karena Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan ingin permasalah Citarum ini diurus setiap hari karena stakeholdernya berjumlah ratusan, terlepas dari tugas dirinya sebagai Gubernur Jabar.

Dalam kesempatan yang sama, Emil mengatakan tengah merancang sebuah aplikasi digital untuk mengorganisasi Citarum Harum. Melalui aplikasi ini, katanya, berbagai program dapat diakses dan ditinjau, termasuk menjadi kanal pelaporan warga terkait Citarum.

“Akan ada apps Citarum Harum, di mana semua orang mengerjakan apa setiap hari, akan muncul di apps itu. Jadi kalau saya nanti mau ngecek kemajuan sampai mana, ada apa, dan sebagainya, itu akan kita hadirkan di apps itu,” katanya.

Perkembangan Citarum Harum ini pun, ujarnya, akan dipublikasikan setiap minggu. Dengan demikian, berbagai tahapan penyelesaian masalah di Citarum akan terpampang jelas. Persiapan ini dan aplikasinya ditargetkan selesai dua bulan lagi.

“Rapim hari ini adalah laporan aksi-aksi yang sedang dilaksanakan di Citarum kemudian menyiapkan anggaran program di 2020. Inovasi berikutnya yang sedang dibahas adalah menjadikan Citarum sebagai kawasan otoritas khusus,” ucapnya.

Jika dibentuk badan otoritas khusus, katanya, maka akan ada badan kebersihan yang menangani sampah di DAS Citarum dan badan yang membawahi laboratoriumnya. Dengan demikian, aksi akan diambil tanpa menunggu rapat berbagai pemerintah daerah di DAS Citarum.

“Sehingga kita bisa menganggarkan SDM yang khusus, laboratoriumnya tidak lagi di dinas-dinas daerah yang dilalui Citarum, setelah itu dipusatkan di badan otoritas. Kita bisa bikin dinas kebersihan sendiri untuk bersihkan Citarum tanpa nunggu koordinasi 11 daerah untuk urusan siapa angkut sampah,” katanya.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan sembilan kelompok kerja di Citarum Harum, dari mulai perencana sampai pokja edukasi, sudah melakukan mitigasi dan menyusun rencana aksi. Pihaknya mendapatkan gambaran bahwa tahapan-tahapan yang dilaksanakan untuk Citarum ini sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

“Hingga tinggal sekarang dalam rangka untuk mengakselerasi proses pembangunan, maka dari sisi tata kerja dan tata organisasi, ada namanya ketua harian yang supaya ini punya koordinasi dengan semua pihak, terkait itu ditunjuk oleh Pak Gubernur adalah Mayjen Dedi Thamim mantan Pangdam III Siliwangi,” katanya.

Iwa mengatakan di Kantor Citarum Harum yang merupakan bekas Kantor Dinas Lingkungan Hidup Jabar akan ditata dan di dalamnya didirikan laboratorium untuk menegakkan aturan terkait dengan penanganan dari 11 kabupaten dan kota yang dilalui oleh Citarum.

“Kemudian terkait kekurangan PPLH PNS, tadi juga sudah ditangani, dengan demikian sekretariat sudah cukup memadai bekas Kantor Dinas Lingkungan Hidup. Aktivitas akan dilakukan melalui rapat berikutnya dan sudah bisa ditempatkan di sana,” katanya.

Sekarang, katanya, tinggal mematangkan sampai rencana aksi Citarum Harum. Dibahas siapa berbuat apa, termasuk juga pelaksanaan anggaran yang sudah ada di 2019 dan penyiapan anggaran 2020, berikut juga rencana aksi dan aspek monitoring dan evaluasi.

“Anggaran kalau berdasarkan data, cukup ya. Nanti 2020 lebih fokus lagi karena dari sisi perencanaannya dan rencana aksinya udah jelas, nah kita sesuaikan pengalokasian anggaran dengan rencana aksi yang sudah jelas dan terkoordinir,” ujarnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *