Lestarikan Budaya Sunda, Pemprov Jabar Bangun Pusat Kebudayaan di Empat Kabupaten

Terasjabar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana akan membangun empat pusat kebudayaan pada tahun ini.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pembangunan pusat kebudayaan itu akan dilakukan di kabupaten/kota di zona priangan, yaitu Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Subang.

Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, pembangunan pusat-pusat kebudayaan ini sebagai bentuk kepedulian Pemprov Jabar terhadap pelestarian budaya Sunda.

“Pusat kebudayaan ini menandakan pemerintah provinsi (Jawa Barat) sangat peduli dalam pelestarian budaya Sunda. Jadi, nanti wayang golek, pencak silat, kecapi suling, tari jaipongan, dan sebagainya,” ucap Emil, Kamis (7/3/2019).

Nantinya, berbagai khasanah seni dan budaya Sunda khas kabupaten/kota hingga taman untuk mengenang para seniman dan budayawan Sunda akan di hadir di setiap kabupaten/kota di Jabar.

“Nanti di sana (pusat kebudayaan) ada pojok Cepot, ada Taman Asep Sunandar Sunarya, ada Taman Kang Ibing dan sebagainya bisa dihadirkan di pusat-pusat budaya sesuai makomnya,” kata Emil.

Dikatakan Emil, Pemprov Jabar menganggarkan Rp 5 miliar untuk setiap pusat kebudayaan yang akan dibangun. Namun, tidak menutup kemungkinan ada kerjasama penganggaran dari kabupaten/kota bersama provinsi.

“Pusat kebudayaan segituh dulu (Rp 5 Miliar) nanti dilanjutkan di 2020 buat tambahannya, sambil menambahi yang baru. Nanti kombinasi (anggaran kabupaten/kota dengan provinsi),” ujar Emil.

Sementara itu budayawan, Tisna Sanjaya mendukung pembangunan gedung atau pusat kebudayaan di kabupaten/kota di Jawa Barat.

Menurutnya, pusat kebudayaan sangat penting dan jelas dinantikan kehadirannya oleh masyarakat saat ini. Hadirnya pusat kebudayaan ini diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan, pelestarian, riset, hingga pendidikan budaya sekaligus.

Artinya fungsi pusat kebudayaan yang hendak dibangun Pemda Provinsi Jawa Barat, kata Tisna, harus total dan menyeluruh.

Apalagi, lanjut Tisna, di setiap kota/kabupaten di Jawa Barat memiliki khasanah dan kekhasan budaya masing-masing. Maka pusat kebudayaan ini bisa hadir sebagai treatment khusus dari pemerintah.

Bagi Tisna, kabar rencana pembangunan pusat kebudayaan di setiap kabupaten/kota menjadi angin segar bagi para pelestari budaya khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya.

“Saya senang, kalau Pemprov Jabar berencana membangun pusat kebudayaan. Kalau bisa juga melibatkan para ahli dan budayawan itu sendiri, sehingga pusat kebudayaan nantinya juga bisa menjadi pusat riset, sekaligus pusat pendidikan terkait budaya,” paparnya.

Lebih lanjut Tisna menambahkan, bahwa Jawa Barat memiliki kekayaan budaya dan cara hidup dalam kehidupannya sehari-hari. Cara hidup ini tercermin dalam perilaku maupun ekspresi. Kearifan lokal inilah yang direkam dan menjadi inspirasi dalam menkreasikan budaya Jawa Barat.

“Jadi, hal- hal seperti itulah yang harus juga diperhatikan, dikumpulkan data-data semacam itu untuk menjadi sumber data, sumber sejarah, sumber riset, bagi bangunan budaya yang hendak didirikan, sehingga gedung budaya bisa menjadi rekam jejak kemajuan peradaban Jawa Barat dan gedung budaya menjadi pusat segalanya,” tandasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 + nineteen =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam