Mayoritas Warga Terdampak Pembangunan UIII Tak Memenuhi Syarat Mendapatkan Uang Kerahiman

Terasjabar.co – Pemerintah tengah memproses uang kerahiman bagi lebih dari 300 kepala keluarga, yang menempati lahan yang akan dibangun kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Jalan Pemancar Cimanggis, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Sayangnya tidak semua kepala keluarga yang memenuhi syarat pembayaran kerahiman dari pemerintah pusat tersebut. Untuk diketahui, lahan UIII berada di lahan milik aset RRI seluas 140 hektare.

Di sana ternyata telah dihuni oleh warga. Kerahiman merupakan kompensasi dari pemerintah terhadap warga yang harus meninggalkan tempat yang akan dibangun kampus UIII tersebut.

“Kerahiman sedang proses jadi ada 300-366 KK yang yang disana tapi yang sesuai aturan hanya 61 KK. Sisanya, 305 KK tidak sesuai aturan kerahiman,” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (6/3/2019).

Bagi KK yang tidak sesuai aturan kerahiman, kata Ridwan, pemerintah pusat tengah membahas penggantian yang layak dalam minggu-minggu ini.

“Urutannya appraisal menentukan angka, dibayarkannya oleh Kementerian Agama selaku pemilik proyek atau surat keputusan dari gubernur,” kata dia.

Terkait dengan sisanya yang tidak sesuai aturan, nantinya akan dicari cara informal.

“Jadi kita ini tetap musyawarah tapi tidak bisa dipersamakan dengan yang 61 yang sudah sesuai aturan, ” kata dia.

Selebihnya pada pertemuan antara Ridwan dan wakil presiden awal pekan ini,  pihaknya membicarakan pembangunan UIII di Depok yang pada tahun ini sudah dimulai pembangunannya.

“Tahun ini sudah dimulai prosesnya tahap 1, tahap berikutnya nanti kombinasi APBN dan rencana saya yang ke Timur Tengah ini untuk meminta bantuan, adapun total biaya kan Rp 3 triliun yang harus dikeluarkan dalam sekian tahun, ” tutur dia.

Kemudian,  kata dia, pembangunan UIII cita-citanya adalah agar orang-orang luar negeri internasional belajar Islam tidak harus selalu ke Al Azhar di Kairo, misalkan. Tapi juga suatu hari nanti bisa di Jawa Barat dan di Indonesia.

“Mudah-mudahan minta doanya kalau lancar tahun depan sudah bisa menerima siswa dari internasional. Untuk S2 dan S3 saja jadi belum ada sarjana,” ujar Ridwan Kamil.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *