Sektor 6 Citarum, Dulu Viral Karena Sampah, Kini Jadi Destinasi Wisata

Terasjabar.co – Komandan Sektor (Dansektor) 6 Citarum Harum, Kolonel Inf Yudi Zanibar, mengklaim kondisi aliran Sungai Citarum di wilayah sektor tersebut sudah mengalami perubahan baik.

Yudi menuturkan sejumlah tanaman palawija telah ditanam di bantaran wilayah sektor 6 yang memiliki panjang 12 kilometer dari daerah Kecamatan Bojongsoang hingga Baleendah.

Beberapa tanaman yang sudah di tanam di sekitar bantaran Sungai Citarum itu di antaranya jagung dan kacang. Kedua tanaman palawija itu telah memasuki masa panen serta dinikmati masyarakat.

“Ini menandakan, masyarakat sekitar sudah mulai sadar dengan Sungai Citarum,” kata Yudi, Minggu (3/3/2019).

Selain itu, sebanyak 12 hektare lahan di sektor 6 ini, mulai dari Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, hingga Kecamatan Baleendah, kini ditanami sejumlah tanaman keras petai dan jengkol.

Yudi mengatakan, di wilayah sekitar jembatan putih Kecamatan Baleendah pun, ingin dijadikan sebagai wilayah zero waste dan tengah dibangun oxbow serta bronjong  sedang dalam tahap pemasangan.

“Oxbow saat ini tengah dibangun oleh Adikarya dan di sana pun dijadikan destinasi wisata,” katanya.

Di sekitar jembatan biru Kecamatan Baleendah, sedang dibangun taman edukasi yang di dalamnya akan dibangun patung oleh seniman Jawa Barat, Tisna Sanjaya dan sejumlah seniman lainnya.

Ia mengatakan, 12 patung itu memiliki makna tersendiri, namun untuk makna mendalam hanya diketahui para seniman yang membuat patung.

“Sehingga di sana wilayah yang sebelumnya viral karena tempat sampah, dijadikan destinasi wisata,” katanya.

Sebaga informasi, di sektor 6 terdapat tujuh anak sungai Citarum, yaitu Sungai Cikeruh, Citarik, Cipamokolan, Cidurian, Cicadas, Cikapundung, Cigede, dan Cikai Apu.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × five =