Bawaslu Jabar Targetkan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pada 2.700 Santri
Terasjabar.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat menargetkan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada 2.700 santri pondok pesantren dalam rangka pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2019.
Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Wasikin Marzuki mengatakan, sosialisasi Pemilu calon legislatif dan pemilihan presiden kepada santri penting dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih.
“Yang kedua juga mengajak santri ini menjadi pengawas partisipatif mengawal setiap Tempat Pemungutan Suara,”ungkapnya di Kabupaten Bandung Barat, Jumat (22/2/2019).
Menurutnya, sosialisasi kepada santri dilakukan Bawaslu kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Ia meyakini santri akan menjadi duta pengawasan pemilu 2019.
Ia mengatakan, paradigma santri yang kerap dikesampingkan dalam gelaran Pemilu tak boleh lagi terjadi. Santri harus menjadi duta Pemilu sekaligus pengawas jalannya Pemilu yang jujur dan adil.
“Catatan ke belakang, santri sering di jadikan obyek dinilai mudah dibeli, mudah di kondisikan dan sebagainya. Nah saat ini berbeda, mereka lebih memahami harus seperti apa,”katanya.
Ditempat sama, Ketua Bawaslu KBB, Cecep Rahmat Nugraha menerangkan, sosialisasi partisipatif pemilu sudah sering dilakukan, namun kepada santri Bawaslu KBB telah melakukan sosialisasi pada ratusan santri yang ada di pondok pesantren.
Selain itu, lanjut Cecep, santri juga bisa mengawasi pelanggaran pemilu seperti kampanye di sarana ibadah kemudian melaporkannya ke bawaslu.
“Meski sampai saat ini belum ditemukan pelanggaran kampanye di mesjid, kita berharap santri ini menjadi pengawas partisipatif di lingkungannya,”jelasnya.






Leave a Reply