KLHK Sebut Beban Citarum Empat Kali Lipat dari Daya Tampung Pencemaran

Terasjabar.co – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat setiap harinya  pencemaran air yang masuk ke aliran Sungai Citarum mencapai 430,99 ton. Sementara kemampuan sungai yang memiliki panjang sekitar 300 km itu hanya memiliki daya tampung limbah sebesar 124, 44 ton perhari.

Dengan kondisi tersebut beban Sungai Citarum hampir empat kali lipat dari kemampuannya untuk menampung pencemaran air.

“Harus ada regulasi dan aturan yang mengikat dalam menangani permasalahan tersebut terutama untuk mengatur masyarakat yang hidup di bantaran Sungai Citarum. Selain itu kami juga akan berbicara Kementerian Pekerjaan Umum agar para pengembang perumahan untuk menyiapkan lahan untuk sarana pembuatan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) komunal, disamping ruang terbuka hijau,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Dari catatan KLHK ada sekitar 40 persen masyarakat yang mendiami di bantaran Sungai Citarum, mereka berkontribusi terhadap pencemaran sungai di samping masih adanya perusahaan-perusahaan nakal yang membuang limbahnya ke Citarum secara sembunyi-sembunyi.

Selanjutnya pemerintah tidak bisa memindahkan masyarakat ke tempat lain, walapun sebagian besar yang tinggal di bantaran sungai menempati tanah negara. Menteri Siti Nurbaya mengatakan pihaknya akan mendorong para aktivis lingkungan untuk membantu masyarakat dalam penangan persolan lingkungan.

“Kami melihat sudah banyak aktivis yang bergerak dalam menangani persoalan pencemaran  Sungai Citarum. Negara harus hadir bersama mereka. KLHK akan berbicara dengan Kementerian BUMN agar perusahaan-perusahaan di bawah BUMN bisa menjadi gerda terdepan dalam memberikan CSR untuk penanggulangan lingkungan. Kami yakin perusahaan-perusahaan swasta juga akan ikut bergerak,” ujar Siti.

Pihak KLHK menyebutkan untuk aliran Sungai Citarum sudah ada 265 IPAL komunal yang di buat oleh para aktivis lingkungan. Jumlah itu masih kurang, sebab untuk sungai dengan panjang 300 km dan lebar rata-rata 200 meter, diperlukan satu juta IPAL komunal dengan lahan mencapai 60.000 hektar.

Bila beban untuk penyediaan lahan itu dibebankan kepada masyarakat hal itu tentunya tidak bisa terwujud. Hal tersebutlah yang menjadi kendala para aktivis lingkungan ketika akan membuatkan IPAL komunal bagi masyarakat.

Oleh karenanya pembuatan aturan hukum menjadi sangat penting, sehingga negara benar-benar hadir untuk menyelamatkan daerah aliran sungai.

Sementara itu Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada KLHK Karliansyah menuturkan seluruh perusahan-perusahan yang membuang limbah ke Sungai Citarum sudah dilengkapi dengan IPAL, sehingga seharusnya air yang masuh ke sungai sudah sesuai dengan baku mutu.

Namun pihaknya juga tidak bisa menutup kemungkinan adanya perusahan-perusahaan yang nakal dengan langsung membuang limbah tanpa pengolahan saat hujan tiba. Padahal perusahaan tersebut memiliki sarana IPAL.

“Kalau masih ada perusahaan yang mengakal-akali apalagi dengan membuat saluran “pipa siluman” maka laporkan ke KLHK, kami akan memberikan sanksi,” kata Karliansyah.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven + seven =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam