Ini 5 Fokus Kebijakan OJK Tahun 2019, Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Barat

Terasjabar.co – Pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan yang digelar di Gedung Sate, Senin (21/1/2019), dihadiri juga oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso.

Wimboh mengatakan bahwa Jawa Barat menjadi satelit Provinsi DKI Jakarta. Banyak industri berkembang di Jawa Barat.

“Apa yang terjadi di Jabar jadi indikator di tempat lain,” ujarnya dalam sambutan.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dan provinsi lain, OJK memiliki lima fokus kebijakan.

1. Memperbesar peran alternatif jangka panjang

Maksud dari poin pertama ini, OJK mendorong pembangunan infrastruktur ramah lingkungan.

“Melakui pasar modal, paling efektif paling cepat. Perusahaan itu kredit sudah banyak. Dengan pasar modal lebih fleksibel,” ujarnya.

Ia juga mengatakan ada beberapa instrumen pendukung pembangunan infrastruktur.

Di antaranya adalah Reksadana Penyertaan Dana Terbatas, Efek beragun Aset, Indonesia Government Bond Future, Dana Investasi Real Estate, Dana Investaso Infrastruktur, SUKUK Wakaf, dan Medium Term Notes.

2. Mendukung akselerasi pertumbuhan

Dalam hal ini OJK akan mendukung tumbuhnya industri perumahan dan pariwisata.

“Bahkan khusus pariwisata, kami ada program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata,” ujarnya.

Ia juga mengatakan OJK mendukung adanya kredit usaha rakyat (KJR) di bidang pariwisata. Hal ini ditujukan untuk membuat ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri pariwisata.

3. Memfasilitasi pembiayaan UMKM

OJK menargetkan adanya 100 BUMDes Centre di Indonesia. OJK juga akan menjangkau daerah terpencil untuk menikmati layanan pembiayaan UMKM.

“Akses ke daerah terpencil, kami lakukan teknologi. Landing, ritel, mungkin di pasar modal, kami bisa akses,” ujarnya.

4. Revolusi 4.0

Satu di antara bentuk revolusi 4.0 di bidang keuangan adalah munculnya fintech. Teknologi ini dikhawatirkan menjadi renternir digital yang justru merugikan masyarakat.

Ia mengatakan penggunaan teknologi tersebut tidak bisa dibendung.

“Kami hanya berikan platform benar dan tidak menipu,” ujarnya.

Untuk itu, ia jufa meminta asosiasi finctech untuk fokus pada perlindungan konsumen.

5. Reformasi internal

OJK akan berupaya mendigitalisasi perizinan. OJK juga akan mempercepat layanan perizinan.

“Kami mempercepat proses fit and proper test bisa 14 hari kerja asal dokumen lengkap,” ujarnya.

Itulah lima fokus kebijakan OJK tahun 2019.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *