Jaga Ketahanan Pangan, Bappeda Petakan Lahan Pertanian di Jabar

Terasjabar.co – Lahan pertanian di Jawa Barat akan kembali dipetakan untuk dimasukan dalam revisi rencana tata ruang dan wilayah Jawa Barat.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Taufiq Budi Santoso, pemetaan lahan pertanian dapat digunakan untuk rencana program ketahanan pangan.

“Jadi Kementerian ATR mengeluarkam peta tentang LP2B, Lahan Pertanian untuk Pengendalian Berkelanjutan. Ini akan kami gunakan sebagai dasar peruntukan ruang pertanian,” ujarnya ketika ditemui di Kantor Bappeda Jabar, Jalan Ir. H. Djuanda, Bandung, Senin (14/1/2019).

LP2B adalah lahan pertanian yang ditujujan untuk dilindungi dan dikembangkan untuk memproduksi kebutuhan pangan pokok, serta ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Dalam LP2B, kata Taufiq, jenis sawah akan dipisahkan antara yang sangat direkomendasikan untuk dipertahankan, direkomendasikan, dan yang tidak direkomendasikan.

“Yang direkomendasikan adalah sawah yang beririgasi teknis,” ujarnya.

Saat ini Bappeda Jabar masih dalam proses pemetaan lahan pertanian di Jawa Barat. Nantinya hasil pemetaan akan dimasukan dalam revisi perda RTRW yang akan dibahas pansus DPRD Jabar.

“Jadi akan kami coba masukan karena diatur sedemikian rupa sehingga kami harus ikuti dan merupakan kebijakan nasional dalam menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Sekda Pemprov Jabar, Iwa Karniwa mengumpulkan beberapa kepala dinas membahas rencana tata ruang dam wilayah Jawa Barat. Di dalamnya, Iwa juga membahas mengenai aktualisasi pemetaan wilayah pertanian di Jawa Barat.

Menurut Iwa, pemetaan ini penting untuk penyesuaian rencana pembangunan. Sehingga rencana pembangunan sesuai dengan daya dukung lahan.

Sedangkan pembahasan revisi perda RTRW bersama DPRD Jabr, kata Taufiq, rencananya akan dimulai pekan depan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − one =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data