26 Daerah di Jabar Belum Serahkan Usulan UMK 2019

Terasjabar.co – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat mengimbau pemerintah kota dan kabupaten untuk segera mengirimkan usulan besaran Upah Minimum Kota (UMK) 2019 kepada pemerintah provinsi. Sejauh ini baru Kabupaten Garut saja yang telah mengirimkan usulan.

Kepala Disnakertrans Jabar Ferry Sofwan Arif mengungkapkan penetapan UMK 2019 untuk 27 kota dan kabupaten di Jabar akan ditetapkan pada 21 November mendatang. Meski begitu dia berharap usulan UMK dari tiap kabupaten kota bisa disampaikan secepatnya. Tercatat 26 kota dan kabupaten di Jabar belum menyerahkan usulan UMK.

“Baru Garut yang masuk (usulannya). Tapi kita belum lihat (besarannya) karena suratnya baru masuk,” kata Ferry saat ditemui di kantor Bappeda Jabar, Kota Bandung, Senin (5/11/2018).

Menurut dia, penyampaian usulan UMK ini sangat penting agar proses penetapan dan pengumuman tidak lewat 21 November mendatang. Sebab, kata dia, tanggal tersebut merupakan batas akhir penetapan UMK sesuai dengan edaran dari Kementerian Tenaga Kerja.

“Saya dengan kabupaten dan kota sudah melakukan beberapa kali rapat membahas UMK. Harapnya tetap tanggal 21 pengumuman UMK karena paling telat tanggal tersebut,” ucapnya.

Dia menjelaskan usulan kenaikan UMK 2019 dari kabupaten-kota harus tetap mengacu pada PP 78/2015 tentang pengupahan. Besarannya sudah diputuskan secara nasional yakni 8,03 persen dari UMK sebelumnya.

“Kalau ingin melebihi itu mungkin itu sulit, karena di surat Menaker upah itu program strategis nasional. Jadi akan kesulitan kalau menetapkan di luar itu,” tutur Ferry.

Pemprov Jabar telah menetapkan UMP 2019 sebesar Rp 1.668.372,83 atau naik 8,03 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1.544.360,67. Besaran UMP tersebut menjadi batas minimal setiap kabupaten-kota dalam menetapkan UMK tahun depan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 − 3 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital