Bersama Pemprov Jabar, JAAN Lepasliarkan Eks Topeng Monyet

Terasjabar.co – Setiap tahun, ribuan ekor primata (kera dan monyet) ditangkap dari hutan untuk diperjualbelikan. Mereka dijadikan obyek eksploitasi yang kejam oleh manusia.

Relawan Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Benfika mengatakan, monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang masih muda atau anakan ditangkap dari hutan oleh pemburu dan dijual.

“Adapun yang menjadi faktor utama terjadinya perburuan dan perdagangan adalah untuk dijadikan topeng monyet, peliharaan bahkan konsumsi,” ucap Benfika, Jumat (26/10/2018).

Dirinya mengungkapkan, keberadaan monyet ekor panjang yang digunakan sebagai Topeng/Doger Monyet (pengemis yang menggunakan monyet) sudah sangat menjamur di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di Provinsi Jawa Barat.

Kampanye ‘Indonesia Bebas Topeng Monyet’ pertamakali dilakukan di DKI Jakarta pada tahun 2013, di masa Gubernur DKI Jakarta Ir. Joko Widodo, dengan dikeluarkannya larangan dan melakukan penertiban kegiatan topeng monyet.

Kemudian disusul oleh Provinsi Jawa Barat dengan dikeluarkannya edaran No: 524.31/1504/Rek tanggal 30 Maret 2015 dengan Kota Bandung sebagai Pilot Project-nya.

“Penertiban kegiatan Topeng Monyet di Provinsi Jabar dilakukan karena pelatihan dan penggunaannya jauh dari kaidah kesejahteraan satwa dan untuk mencegah bahaya penyebaran zoonosis,” terangnya.

Hal ini tercantum dalam Undang-undang No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan jo. Undang-undang No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan Kesehatan Hewan.

Tercantum juga dalam Peraturan Pemerintah No. 95 tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan serta Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 22 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Hingga saat ini, Provinsi DI Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur telah mengambil langkah yang sama dengan turut mendukung untuk Indonesia Bebas Topeng Monyet, menyusul Provinsi Banten. Besar harapan kami, agar provinsi-provinsi lainnya di Indonesia dapat mengambil langkah yang sama,” ungkapnya.

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Dirjen KSDAE juga telah mengeluarkan Surat Edaran No: S.292/KSDAE/KKH/KSA.2/5/2018 Hal: Penanganan Kegiatan Topeng Monyet tanggal 4 Mei 2018.

“Pelarangan kegiatan topeng monyet ini perlu dilakukan di seluruh Indonesia, selain karena pelatihan yang kejam serta penggunaannya yang jauh dari kaidah kesejahteraan satwa, namun juga untuk mencegah penularan bahaya zoonosis dan konflik,” paparnya.

Pasca pelarangan topeng monyet di DKI Jakarta, aktifitas topeng monyet memang berpindah ke kota-kota besar lainnya. Hal ini dapat dinilai dari banyaknya laporan yang kami terima melalui hotline maupun dari media sosial. Sebagian besar laporan yang masuk berasal dari kabupaten/kota di Provinsi Jabar, Jateng, Jatim, D.I Yogyakarta, Bali, serta beberapa di Kalimantan dan kota lainnya di Pulau Sumatera.

Untuk saat ini, 59 ekor eks Topeng Monyet hasil penjangkauan di beberapa wilayah di Jawa Barat telah memasuki masa sosialisasi, dan telah melalui proses yang panjang pada tahap rehabilitasi selama tiga tahun di Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat.

Sebanyak dua kelompok berjumlah 17 ekor diantaranya telah membentuk grup ideal, yang mana hari ini grup yang telah ideal tersebut akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya di Cagar Alam Gunung Tilu.

“Sebelumnya kami terlebih dahulu melakukan survei habitat bersama dengan Balai Besar KSDA Jawa Barat dan dari hasil survei, telah disepakati bersama bahwa Cagar Alam Gunung Tilu merupakan lokasi yang ideal untuk dilakukannya pelepasliaran 17 ekor eks topeng monyet hasil rehabilitasi,” jelasnya.

Dalam kampanye Indonesia Bebas Topeng Monyet di Provinsi Jawa Barat dan proses rehabilitasi serta pelepasliaran kembali monyet ekor panjang eks topeng monyet ke habitat alaminya, merupakan hasil kerjasama multipihak dan telah melakukan perjanjian kerjasama.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × five =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization