Mahalnya Hewan Kurban, Haris Yuliana: Pemerintah Harus Bisa Kendalikan

Terasjabar.co – Harga hewan kurban di Jawa Barat terus mengalami kenaikan hampir setiap tahunnya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun didesak untuk secara kreatif mengintervensi harga hewan kurban atau ternak, sehingga lebih terjangkau oleh masyarakat Jawa Barat.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Haris Yuliana, mengatakan setiap tahunnya menerima keluhan dari masyarakat tentang harga hewan kurban termasuk ternak lainnya yang terus naik setiap tahunnya. Padahal, pemerintah dinilai mampu mengendalikan harganya dengan sejumlah cara.

“Banyak yang mengeluh, harga kurban tahun ini mahal ya. Di lapangan akan sulit mendapat sapi kurban dengan harga Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Sekarang harganya sudah Rp 17 juta ke atas untuk bobot 250 kilogram atau lebih,” kata Haris di Bandung, Selasa (29/8).

Hal serupa terjadi pada harga domba atau kambing, yang kini warga akan kesulitan membeli hewan kurban tersebut dengan harga di bawah Rp 2 juta. Jika membeli hewan kurban di bawah harga Rp 15 juta untuk sapi dan Rp 2 juta untuk kambing atau domba, dikhawatirkan tidak memenuhi syarat kurban.

“Kalau yang di bawah harga itu, ditakutkan tidak memenuhi syarat kurban. Seperti usia ternak minimal sudah dua tahun dan unsur kesehatan dan kelayakan lainnya untuk kurban. Makanya, banyak yang mengeluhkan hal ini,” kata Haris.

Haris mengatakan sudah selayaknya pemerintah dapat mengintervensi harga hewan ternak dan kurban, di antaranya dengan cara menguasai sebagian produksi dan pemasaran ternak. Jangan sampai, katanya, warga jadi kesulitan beribadah kurban karena harga hewan kurbannya yang terus naik.

“Kemudian kami minta dinas terkait untuk memperketat pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan kurban, terutama yang dari Jawa Timur atau Jawa Tengah. Walaupun audah diturunkan petugas kesehatan, selalu saja ada yang lolos tiap tahunnya,” kata Haris.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melepas sebanyak 200 anggota Tim Pemeriksa Hewan Kurban, Selasa (22/8). Agar aman dikonsumsi, pemerintah meminta masyarakat agar membeli hewan kurban berlabel atau memiliki tanda surat sehat dari petugas pemeriksa hewan kurban, baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota.

Anggota Tim Pemeriksa Hewan Kurban tahun ini terdiri atas 50 orang petugas pemeriksa hewan kurban Provinsi Jawa Barat, 70 orang petugas dinas peternakan atau yang menangani fungsi kesehatan hewan di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang, dan Kota Cimahi, 15 orang anggota tim Perhimpunan Dokter Hewan Jabar, 60 orang mahasiswa PSKH Unpad beserta dosen, dan 5 orang dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Ketersediaan dan permintaan hewan kurban di Jawa Barat cukup tinggi. Karena tingginya permintaan hewan ternak ini maka banyak hewan yang didatangkan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan NTB.

Hewan-hewan dari luar Jabar akan diperiksa di check point pemeriksaan seperti di Kota Banjar, Gunung Sindur, dan Losari. Pemeriksaan dilakukan oleh tim pemeriksa hewan kurban dengan pengawasan sangat ketat.

Angka estimasi ketersediaan hewan kurban di Jawa Barat sekitar 806.000 ekor. Untuk hewan ternak 100.000 ekor, sapi sebanyak 115.000-116.000 ekor, kerbau 3.200 ekor, ternak domba 600.000 ekor, dan kambing antara 91.000 sampai 92.000 ekor. (J,Lc)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *