Tekad Kakek di Karawang Ikuti Ujian Advokat Untuk Bela Rakyat

Terasjabar.co – Taqiudin (60) terlihat tekun mengisi lembar jawaban. Mimik mukanya nampak serius saat mengerjakan soal ujian saat mengikuti ujian Profesi Advokat yang diselenggarakan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di Aula Universitas Singaperbangsa, Sabtu (14/7/2018).

Meski usianya tak lagi muda, Taqiudin masih semangat mengejar cita-citanya menjadi seorang pengacara. Bahkan ia tercatat sebagai peserta ujian tertua yang diselenggarakan Peradi gelombang tahun 2018.

Ia optimistis bisa lulus ujian dan mendapat lisensi advokat sehingga bisa praktik dan beracara di pengadilan. Bagi Taqiudin, tak ada kata terlambat untuk meraih cita-cita itu.

“Meski usia saya lumayan sudah 60 tahun, bukan berarti terlambat. Saya ikut bergabung beserta yang lainnya untuk mengabdikan ilmu saya kepada masyarakat,” kata Taqiudin usai ujian.

Taqiudin menegaskan tak pernah merasa terlalu tua untuk membela orang yang berperkara, apalagi jika itu orang demi membela orang tidak mampu.

“Ya kalau saya sehat insyaallah siap. Kalau saya lulus, saya akan praktik sendiri atau gabung dengan salah satu LBH di Karawang,” kata pria yang pernah menjadi guru ini.

Pertemuan Taqiudin dengan dunia hukum sendiri terjadi 33 tahun lalu. Saat usianya 27 tahun, dia diterima menjadi panitera di Pengadilan Tinggi Agama Bandung. Taqi kemudian tugas ke berbagai daerah di Jawa Barat. Tercatat ia pernah tugas di Pengadilan Agama Sukabumi, Pengadilan Agama Cikarang dan Karawang.

“Saya belum pernah dapat kesempatan jadi pengacara, soalnya dulu tidak dapat kesempatan kuliah,” ucapnya.

Kesempatan itu akhirnya datang ketika Taqiudin menjadi panitera. Dari uang hasil tabungan, ia membiayai kuliahnya sendiri di salah satu universitas islam negeri.

Pada 2017, mimpi Taqiudin menjadi pengacara terbuka lebar saat mendengar informasi pendidikan advokat. Ia kemudian tak ragu untuk mendaftar Pendidikan Khusus Provesi Advokat (PKPA) tahun 2017. “PKPA memang jadi syarat untuk bisa ikut ujian advokat,” tuturnya.

Hari ini, Dewan Pimpinan Pusat Peradi menggelar ujian profesi adokat secara nasional yang diikuti oleh 5.397 orang. Ujian digelar serentak di 34 kota/kabupaten Indonesia yang salah satunya di Universitas Singaperbangsa Karawang dengan jumlah peserta 62 orang.

“Unsika jadi satu-satunya tempat penyelenggara di wilayah utara Jawa Barat. Karena itu peserta kali ini ada yang dari Purwakarta, Subang, Bekasi mau pun Karawang,” kata Imam Budi Santoso, Sekretaris DPC Peradi Karawang.

Imam menuturkan untuk pertama kalinya Peradi melaksanakan ujian advokat di Karawang. Menurut Imam, hal itu sangat positif karena jumlah advokat di Karawang masih sedikit.

“Di Karawang hanya ada 106 advokat. Ini masih sangat sedikit. Banyak masyarakat kita yang tidak terjangkau bantuan hukum,” ujar Imam.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *