Inovasi Panlok 34 Bandung di SBMPTN 2018, Ujian Menggunakan Gadget Berbasis Android

Terasjabar.co – Panlok 34 Bandung menyiapkan satu inovasi dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018. Salah satunya melalui ujian dengan menggunakan gadget berbasis android.

“Kita tahun ini melakukan inovasi yakni ujian tulis berbasis komputer dengan menggunakan android,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Unpad Arry Bainus, dalam konferensi pers, di Kampus ITB, Kota Bandung, Rabu (18/4/2018).

Arry mengungkapkan, ujian dengan menggunakan android baru pertama kali dilakukan. Sehingga lanjut dia, jumlah pesertanya dibatasi hanya 1.000 orang saja. Selain itu lokasi ujiannya dipusatkan di Unpad.

“Karena ini masih dalam tahap pengembangan jadi untuk SBMPTN masih dilokasikan di Unpad saja dengan jumlah peserta sebanyak 1.000 orang. Ke adepan mungkin dari sisi keamanan dan kenyamanan bisa lebih lagi,” katanya.

Untuk proses pendaftaran, dia menjelaskan, sama seperti proses pendaftaran ujian tulis berbasis komputer (UTBK) Hanya di tahap akhir calon peserta harus mendaftarkan gadget yang akan digunakan saat pelaksanaan ujian.

“Karena nanti akan dicatat kodenya. Setelah dicatat, maka gadget (yang didaftarkan) itu yang resmi dibawa ke tempat ujian. Setelah itu mereka baru bisa mendownload aplikasi ujian,” ucap Arry.

Arry menambahkan, gadget yang bisa digunakan untuk mengikuti ujian tersebut berupa handphone dan juga tablet. Dengan spesifikasi untuk handphone harus memiliki layar di atas 4,5 inci. OS Andorid KitKat atau antar muka pemograman aplikasi API 19, RAM 1.5 GB, resolusi 720 X 960 pixel, DPI (kerapatan) 240, protocol wireless 802.11n/802.11 ac, free internal storage 200 MB dan free memory 200 MB.

Sementara untuk tablet harus memiliki layar 7.0 inci, OS Android KitKat API 19, RAM 1.5 GB, resolusi 600X800, kerapatan 160,protocol wireless 802.11n/802.11 ac, free internal storage 200 MB dan free memory 200 MB.

Dia juga mengimbau agar para peserta tidak membawa gadget selain gadget yang telah didaftarkan agar tidak menjadi masalah saat ujian berlangsung.

“Ini harus jadi perhatian apabila ada yang daftar untuk android ini harus betul-betul baca persyaratannya termasuk spesifikasi untuk gadgetnya. Boleh HP boleh juga tablet. Setelah itu ketika ujiannya jangan bawa gadget lain. Ini harus jadi perhatian karena akan kesulitan sendiri,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *