Survei Instrat: Suara Kaum Milenial Jabar Terbagi Pada Pasangan Deddy-Dedi dan Rindu

Terasjabar.co – Indonesia Strategic Institute (Instrat) kembali merilis detail survei, Minggu (20/5/2018). Kali ini detail survei mengenai konsentrasi suara generasi milenial di Jawa Barat pada Pilgub Jabar 2018.

Dewan Pakar Instrat, Sidrotun Naim Ph.D., mengatakan survei yang dilakukan lembaganya melalui metode acak di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat ini menunjukkan, pasangan yang selama ini dicap sangat dekat dengan generasi milenial, yakni pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, ternyata hanya akan dipilih oleh 34,5 persen responden generasi milenial.

Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, kata Sidrotun, menjadi calon gubernur dan wakil gubernur favorit pilihan generasi milenial berdasar survei terbaru yang dilakukan pihaknya di Jawa Barat.

“Di luar perkiraan banyak orang, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dapat mengimbangi pasangan ini dengan keterpilihan 35,2 persen,” kata Sidrotun dalam keterangan persnya yang diterima, Minggu (19/5/2018).

Dua pasangan lain, katanya, pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan dipilih 4,1 persen generasi milenial, dan pasangan Sudrajat-Syaikhu dipilih 7,9 persen generasi milenial.

Sidrotun menambahkan, di kalangan Generasi Z, pasangan Deddy-Dedi bahkan mendominasi keterpilihan yakni sebesar 48,2 persen. Sedangkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dipilih oleh 24,7 persen, pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan dipilih sebesar 3,5 persen, dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu dipilih oleh 7,6 persen generasi z.

Sidrotun mengatakan istilah generasi milenial atau Generasi Y yang digunakan mengacu pada calon pemilih yang lahir pada rentang 1980-1994. Sedangkan generasi z mengacu pada generasi saat penetrasi internet sudah eksis, khususnya di Indonesia, maka digunakan dari rentang 1995-2001.

Sidrotun menambahkan, dari 1.800 responden yang disurvei pada Mei 2018 ini, 41,6 persennya termasuk dalam generasi millenial, dan 4,6 persen lainnya termasuk dalam generasi z. Sidrotun berkesimpulan, generasi milenial dan generasi z tidak ekslusif terkonsentrasi pilihannya pada pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Ini menunjukkan bahwa generasi milenial dan generasi z diduga sebarannya masih memiliki variasi latar belakang yang beragam, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dapat menghambat terjadinya idealitas karakter generasi milenial dan generasi z sehingga pilihan tidak mengerucut pada calon berusia lebih muda.

“Misalnya faktor desa versus kota yang perbandingannya 78:22 dengan tingkat penetrasi internet yang masih jauh dari maksimal dan pengguna social media bahkan masih jauh dari setengah dari populasi DPT pemilih,” kata Sidrotun.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *