Instrat Nilai Suara Dukungan Hasanah dan Asyik Terpecah

Terasjabar.co – Indonesia Strategic Institute (Instrat) kembali merilis hasil survei terkait Pilgub Jabar. Pada survei kali ini terungkap bila peta kekuatan pasangan calon peserta Pilgub Jabar 2018 belum tentu berbanding lurus dengan kekuatan partai politik yang menjadi pengusung.

Dewan Pakar Instrat Sidrotun Naim menyebutkan terdapat enam partai yang mengusung kader di Pilgub Jabar 2018, yakni PPP (Uu Ruzhanul Ulum), PDIP (Tubagus Hasanuddin), PKS (Ahmad Syaikhu), Gerindra (Sudrajat), Demokrat (Deddy Mizwar) dan Golkar (Dedi Mulyadi).

Dari keenam partai tersebut, menurut Sidrotun, hanya PPP, Demokrat dan Golkar yang pemilihnya cukup setia mendukung paslon yang diusung partainya. Seperti 62 persen pemilih PPP memilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum , 61,3 persen pemilih Golkar memilih Deddy-Dedi, dan 40,4 persen pemilih Demokrat juga memilih Deddy-Dedi.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan tiga partai lain, yakni PDIP, PKS dan Gerindra. Meski kadernya diusung maju di Pilgub, Sidrotun menjelaskan, sebagian besar suara dukungannya terpecah dengan memilih pasangan lain. Tercatat 42,9 persen pemilih PDIP memilih Deddy-Dedy dan hanya 9,3 persen memilih Hasanah.

Begitu pun dengan PKS, sebanyak 33,7 persen kadernya memilih Deddy-Dedi dan hanya 30,7 persen memilih Sudrajat-Syaikhu. Bahkan, lanjut dia, hanya 11,6 persen pemilih Gerindra yang piluh Sudrajat-Syaikhu, sementara 34,4 persen memilih Deddy-Dedi dan 36,2 persen memilih pasangan Ridwan-Uu.

Dengan kondisi tersebut, menurutnya, pasangan Hasanuddin-Anton dan Sudrajat-Syaikhu akan kesulitan merebut kemenangan. Apalagi secara survei pasangan Ridwan-Uu dan Deddy-Dedi selalu berada di atas kedua pasangan lainnya.

“Melihat keunggulan yang dicapai Deddy Dedi, ada dua faktor penting. Satu, keterkenalan dan reputasi baik figur paslon. Dua, kerja tim pemenangan dalam menjaga loyalitas pemilih partai pengusung dan menarik pemilih partai lain,” kata Sidrotun dalam siaran pers yang diterima, Senin (14/5/2018).

Dia mengungkapkan, survei ini dilakukan pada 3-6 Mei 2018 dengan teknik wawancara terstruktur face to face kepada responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah jika kurang dari 17 tahun.

Metodologi survei menggunakan multistage random sampling di 422 desa/kelurahan dari 333 kecamatan di 27 kabupaten/kota di Jabar. Jumlah responden sebanyak 1.800 dengan margin of error sebesar 2,31 persen.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *