Hadapi Pertarungan Politik 27 Juni Mendatang, Demiz Minta Wejangan ke Politisi Senior Jawa Barat

Terasjabar.co – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar mengunjungi tokoh politik juga budayawan Jawa Barat, Tjetje Hidayat Padmadinata, Jumat (18/5/2018).

Selain sudah menjadi rutinitas, Deddy Mizwar yang akrab disapa Demiz ini mengaku bermaksud lebih merekatkan silaturahim dengan mantan anggota MPR/DPR RI era 70-an dan awal 2000-an tersebut. Pada intinya, Demiz mengaku butuh beragam pandangan dari penerima gelar Doktor Honoris Causa bidang politik dari Universitas Pasundan tersebut.

“Kang Cece sebagai tokoh, inohong yang selalu saya datangi, bukan hanya pada saat pilgub saja, bahkan sebelumnya juga saya sering berkonsultasi bagaimana menghadapi pilgub, peta politiknya bagaimana, karena beliau ini tokoh yang sampai sekarang masih peka dalam melihat situasi politik. Maka saya perlu pandangan-pandangan, second opinion untuk langkah selanjutnya,” papar Demiz, di kediaman Tjetej Hidayat, Jalan Sagitarius Raya No. 1 Kota Bandung.

Dalam kunjungannya Demiz mengaku banyak hal yang didiskusikan dengan sesepuh ormas Angkatan Muda Siliwangi tersebut. Selain politik, ia juga berdiskusi soal budaya serta warna karakter masyarakat Sunda di tatar Jawa Barat.

“Misalnya (karakter) masyarakat daerah priangan timur seperti apa, karena beliau kan lebih mengetahui. Yang penting adalah bagaimana menjaga silaturahim dengan berbagai pihak, bukan hanya pas ada maunya saja,” tegas Demiz.

Sementara Tjetje pun mengakui bahwa Demiz merupakan kontestan politik Pilgub Jabar 2018, yang paling sering mengajaknya berdiskusi sejak lama. “Pak Deddy yang paling sering ngobrol tentang pilgub dengan saya, bahkan sejak masih sangat jauh masa pilgub. Dan orang yang paling berjasa menghubungkan saya dengan Pak Deddy adalah almarhum Prof. Dede Mariana,” ungkap Tjetje.

Tjetje menegaskan bahwa dirinya banyak menjalin komunikasi dengan Demiz tidak dalam urusan dukung-mendukung kepentingan politik. Meskipun terbilang paling dekat dengan Demiz, ia mengaku tetap netral dengan tokoh atau calon manapun.

“Jadi, dengan keempat-empatnya, hubungan saya baik. Saya doakan saja agar semuanya lancar. Pribadi saya sebagai unsur si cikal, paling senior, saya punya komitmen ikut bertanggungjawab di Jawa Barat ini menjaga keseimbangan, itu aja,” tegasnya.

Ia pun menilai pada Pilgub Jabar 2018 ini tidak terlihat adanya bibit-bibit konflik antar calon, sampai sejauh ini proses menuju pertarungan politik pada 27 Juni mendatang, masih sangat wajar.

“Saya tidak melihat Pilgub Jabar akan terjadi konflik, kalau gesekan sih bisa saja, sejauh ini prosesnya wajar-wajar saja. Masyarakat jabar kan sudah dewasa,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *