Demiz: Beda Pilihan Silahkan, Tapi Jangan Putus Silaturahim

Terasjabar.co – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar di setiap kesempatan dalam kampanye selalu menekankan pentingnya tetap menjaga tali silaturahim meski berbeda pilihan dalam pilkada.

“Jangan berkelahi, jangan gontok-gontokan hanya gara-gara beda pilihan. Di sini belum tentu pilih nomor 4 semua, tidak apa-apa yang penting tetap jaga silaturahim,” tegas pria yang akrab disapa Demiz itu, Senin (30/4/2018).

Dalam kesempatan itu, Demiz juga menyampaikan 3 hal lain terkait pilkada selain tetap menjagasilaturahim diantaranya adalah ajakan menggunakan hak pilih.

“Jangan sia-siakan hak pilih Ibu dan Bapak, tanggal 27 Juni nanti datang ke TPS dan tentukan pilihan untuk menentukan masa depan Jabar ke depan” ungkap Demiz.

Point penting yang juga disampaikan Demiz adalah ajakan partisipasi warga untuk ikut aktif mengawasi pilkada. Ia mengimbau masyarakat agar melaporkan ke panwas kalau melihat kecurangan.

“Jangan takut, tindakan itu dilindungi undang-undang. Jangan membiasakan membiarkan  kedzoliman dan kesalahan, karena jika terus dibiarkan lama-lama kesalahan itu menjadi terbiasa dan akhirnya bisa dianggap sebagai kebenaran,” tegas Demiz.

Perjalanan kampanye Demiz di Kabupaten Sukabumi  juga sempat menemui warga di pasar mingguan di Jalan Lingkar Selatan Kabupaten Sukabumi.

Dia menilai pasar kaget menjadi solusi pedagang untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Pasalnya, pasar kaget menjadi salah tujuan masyarakat ketika di hari libur untuk membeli barang-barang yang relatif lebih murah ketimbang di toko yang sudah ada.

“Salah satu solusi setiap hari Minggu orang bisa berdagang mungkin mencari penghasilan tambahan di hari Minggu, dan juga tempat masyarakat bersosialsi serta tempat rekreasi,” ujar Demiz.

Demiz menambahkan, tidak perlu menambahkan fasilitas penunjang untuk para pedagang, lantaran tidak masuk dalam Anggran Pendapat Daerah (PAD). Terpenting, pedagang maupun pembeli tidak mengganggu lalu lintas.

“Ini gak ada urusannya dengan PAD kecuali mungutin yang liar, itu tidak masuk PAD itu masuknya ke oknum, selama tidak mengganggu lalu lintas dan juga keamanan terjaga baik tidak masalah,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *