Tiga Paslon Beradu Solusi Masalah di Debat Publik Kedua Pilwalkot Bandung

Terasjabar.co – KPU Kota Bandung menggelar diskusi publik kedua Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2018-2023 di Hotel Holiday Inn, Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/4/2018).

Dalam sesi pertama, para pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Walikota Bandung pamer masalah dan solusi kota Bandung. Ketiga paslon memamerkan masalah yang selama kampanye blusukan ke masyarakat didengar mereka.

Para paslon rata-rata menyebutkan permasalahan di Kota Bandung tak lepas dari masalah pendidikan, kesehatan, macet, ekonomi dan banjir. Mereka lalu menawarkan solusi yang dapat dilakukan apabila terpilih.

“Dalam bidang pendidikan, kami tawarkan sekolah inklusi dan vokasional. Untuk kesehatan kita bangun puskesmas dengan fasilitas rawat inap dan ambulan di setiap kelurahan agar akses dekat dan murah. Untuk macet, kalau jangka panjang perlu berkolaborasi dengan kepala daerah di Bandung raya,” ujar Nurul Arifin.

Sementara masalah ekonomi, wakilnya, Chairul Yaqin Hidayat menawarkan program ‘balik bandung’. Program ini salah satu terobosan untuk mengikis masalah ekonomi di Kota Bandung.

“Memperkecil pengangguran dan gairahkan wirausaha. Kita harus punya terobosan digitalisasi,” kata Ruli.

Sementara paslon nomor urut 2 Yossi Irianto – Aries Supriatna juga menawarkan solusi untuk masalah-masalah yang terjadi di Kota Bandung. Yossi menekankan dua permasalah yaitu banjir dan transportasi.

“Soal banjir misalnya, bagaimana persoalan pengelolaan banjir dilakukan terpadu. Kita membuat bluprint pengelolaan banjir. Laku membuat sumur resapan dan retensi, melakukan aktivasi revitalisasi sungai dan drainase,” kata Yossi.

“Sementara untuk kemacetan, dari sekerang harus mulai beralih menggunakan transportasi publik,” imbuh Yossi.

Sementara paslon nomor urut 3 Oded M Danial – Yana Mulyana menyebut permasalahan serupa. Keduanya punya solusi untuk mengatasi permasalahan itu.

“Macet kira membangun angkutan massal yang nyaman. Masalah banjir, kita lanjutkan pembuatan kolam retensi dan normalisasi sungai. Soal kesenjangan ekonomi, kita memperbesar dan mempermudah akses,” kata Oded.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *