Janji Masing-Masing Paslon dalam Debat Publik 1 Pilwalkot Bandung

Terasjabar.co – KPU Kota Bandung menyelenggarakan debat publik pertama untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2018 yang diselenggarakan di Hotel BnB, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (25/3/2018), malam. Tema debat yang diusung adalah “Lebih Dekat, Lebih Akrab”. Acara dimulai sekitar pukul 19.25 WIB.

Acara debat publik Pilwalkot Bandung 2018 ditutup dengan komitmen dan kata penutup dari tiga pasangan calon (paslon). Komitmen tersebut harus dijawab sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh panelis.

Debat publik pertama Pilwalkot Bandung ini digelar di Hotel BnB, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (25/3/2018) malam. Pada sesi akhir acara tersebut setiap paslon diharuskan mengambil nomor yang nantinya akan disesuaikan oleh isi amplop.

Dalam amplop tersebut terdapat pertanyaan dari panelis yang harus dijawab dengan komitmen. Pertanyaan dan jawaban harus selesai dalam waktu dua menit. Pasangan pertama yang mendapat kesempatan adalah paslon nomor urut dua Yossi Irianto-Aries Supriatna.

Panelis meminta komitmen keduanya soal menurunkan tingkat pengangguran dan gini rasio Kota Bandung yang tinggi. Yossi menjelaskan sejak awal salah satu misinya di Pilwalkot Bandung adalah menurunkan rasio gini.

Sebab saat ini pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang terus naik tidak diimbangi oleh rasio gini.

“Laju ekonomi bisa menurunkan rasio gini. Sehingga komitmen kita kuat yaitu 60 persen anggaran kita fokuskan untuk itu (menurunkan rasio gini),” ucap Yossi.

Lalu giliran paslon nomor urut tiga Oded M Danial-Yana Mulyana. Pada kesempatan ini panelis ingin mendengar komitmen keduanya untuk mewujudkan Kota Bandung sebagai kota layak anak dikaitkan dengan 24 indikator yang ada.

Oded menjawab, guna meningkatkan itu ia akan meningkatkan kebutuhan dan keinginan anak sekaligus mendorong pemerintah berkolaborasi dengan keluarga dalam menyiapkan pelayanan yang baik.

“Target kami memperluas tempat bagi anak untuk sosialisasi dan interaksi sesama seusia mereka,” ujar Yana menambahkan jawaban Oded.

Terakhir paslon Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat. Keduanya diminta komitmen dalam membangun Kota Bandung dari sisi keberlanjutan dalam isu lingkungan hidup.

“Bandung harus ada pembangunan ke timur. Biarkan alun-alun dan utara Bandung jadi heritage. Jika di sana (timur) sudah ada investor swasta ayo kita duduk satu meja bersama ahli membicarakan penataan yang baik, Bandung harmonis. Termasuk juga transportasi umum ke wilayah timur,” tutur Ruli, sapaan Chairul.

Nurul menambahkan bahwa isu lingkungan ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, tapi semua elemen. “Ini harus ada solusi. Dan kami tawarkan solusi untuk ini,” ucap Nurul tanpa menjelaskan solusi yang dimaksud karena durasi berakhir.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *