Calon Walikota Bandung Bisa Gunakan Jurus Jitu Ini

Terasjabar.co –  Pasangan Ridwan Kamil dan Oded M Danial berhasil menang telak pada Pilwalkot Bandung 2013.

Cara yang dilakukan oleh kedua pejabat Bandung tersebut adalah dengan memadukan antara unsur teknologi (media sosial) dengan unsur agamis. Lantas bagaimana dengan strategi yang perlu diterapkan oleh setiap kandidat pada pilkada 2018 agar mampu merebut tahta orang nomor 1 di Kota Bandung?

“Saran saya kepada seluruh calon Wali Kota Bandung adalah untuk memadukan unsur nasionalis dengan unsur religi,” ujar Deni Nurdyana, Dirut PD Kebersihan Kota Bandung, di Universitas Padjadjaran, Jumat (20/10/2017).

Menurutnya, Kota Bandung memiliki unsur religi yang sangat kuat dan kecerdasan pemilihnya di atas rata-rata. Apalagi semenjak era kepemimpinan Ridwan Kamil, terdapat gerakan-gerakan masyarakat yang berbau islami, diantaranya Subuh Berjamaah, Maghrib Mengaji, Kredit Mesra (Masjid Sejahtera), Jumat Keliling (Sholat Jumat Keliling), dan Tarling (Teraweh Keliling).

Gerakan tersebut membuat jiwa keislaman warga Bandung meningkat tajam. Namun, dalam disertasinya, Deni Nurdyana tidak menjelaskan persentasi pemilih yang memilih pemimpin berdasarkan karakter agama.

“Saat Pilkada 2013, para warga Bandung ingin memiliki pemimpin yang bersih visioner dan islami. Ridwan Kamil dan Oded persis menggunakan prinsip syariah,” ujar Deni Nurdyana.

Ia mencotohkan seperti saat kampanye ke warga, Ridwan Kamil dan Oded M Danial menggunakan baju muslim yang rapih, tidak menghina calon pasangan lain, dan selalu menggunakan tutur kata yang sopan.

Ia juga menceritakan bahwa saat ini calon Wali Kota Bandung yang memiliki banyak uang tidak menjamin akan menjadi kepala daerah.

“Hasil audit KPU menyatakan bahwa pasanga Ridwan Kamil dan Oded hanya mengeluarkan Rp 2,6 miliar untuk Pilwalkot 2013 dan (calon) yang lain rata-rata di atas Rp 8 miliar,” ujar Deni Nurdyana. (red)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *