Uu Sebut Ada Tiga Masalah Klasik Pelaku UMKM dan Koperasi di Jabar

Terasjabar.co – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan ada tiga masalah klasik pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan koperasi di Jawa Barat sehingga sulit maju, yakni ketersediaan bahan baku, manajemen, dan pemasaran.

Hal itu Wagub sampaikan langsung kepada Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam acara Sinergi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemkab Tasikmalaya dalam Rangka Pemberdayaan KUKM di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (5/4/2019).

Untuk ketiga masalah tersebut, kata Wagub, Pemprov Jabar sudah memiliki formula agar pelaku UMKM dan koperasi bisa bertahan dari krisis bahkan berkembang.

“Yang pertama, langkah untuk menangani masalah UMKM adalah mengadakan pelatihan baik kepada para direktur atau staf yang lain seperti bagian keuangan, bagian pemasaran, dan yang lainnya,” kata Uu.

Dalam pelatihan yang dirancang, para pelaku UMKM akan diperkenalkan bagiamana menjaga kontinuitas bahan baku agar ketika permintaan sedang banyak para pelaku UMKM dan koperasi tidak kekurangan stok dan tetap berproduksi.

Selain produksi, para pelaku UMKM koperasi juga akan diberikan pengetahuan akuntansi sederhana dan manajemen bisnis yang baik, termasuk pemasaran.

“Pemerintah provinsi sekarang membuka pelatihan bagi UKM, baik itu koperasi  termasuk koperasi siswa, koperasi pesantren, dan koperasi yang lain untuk dididik tentang manajemen dan hal-hal yang lain,” papar Uu.

Uu juga menekankan pelaku UMKM dan koperasi perlu menguasai pemasaran digital agar produk mereka tetap dilirik dan tidak hilang dari pasar.

“Teknologi informasi yang sebenarnya kalau itu dimanfaatkan akan mempermudah untuk kita, baik mempermudah pemasaran, kemudian mempermudah hal lain, sehingga semuanya bisa terkontrol, terkendali dengan sistem digital ini,” tandasnya.

Kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemkab Tasikmalaya mengambil Tema “Peran Generasi Muda Menghadapi Fenomena Ekonomi Milenial”.

Sinergi dilakukan melalui upaya pelatihan kewirausahaan, pelatihan vokasional, pelatihan perkoperasian, bimtek tata kelola koperasi yang kurang baik, dan peningkatan kualitas produk UMKM.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan peran UKM dan koperasi dalam ekonomi nasional.

Apabila ekonomi tumbuh dengan baik maka akan meningkatkan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, sehingga mengurangi angka kemiskinan.

“Tapi tidak saja mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi juga harus diikuti pemerataan kesejahteraan masyarakat. Dan program pemerataan kesejahteraan ini tidak lepas dari peran koperasi dan UKM,” kata Puspayoga.

Menteri juga mengungkapkan reformasi koperasi yang saat ini sedang diupayakan oleh kementeriannya. Ada tiga upaya, yakni reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan.

“Kami ingin lebih ditujukan pada kualitas bukan kuantitas koperasi. Buat database (koperasi) yang benar, kita rehab. Dari 209 ribu (jumlah koperasi yang ada secara nasional) menjadi 138 ribu, kita masukkan yang sehat-sehat, yang bagus-bagus. Sehingga koperasi itu semakin hari semakin berkualitas, anggotanya semakin banyak,” kata Puspayoga.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three + 13 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam