Ronny Hermawan Soroti Tantangan Akses Permodalan UMKM, Perbankan Diminta Perkuat Pembiayaan Sektor Produktif

Bandung, 11/5/26— Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Ronny Hermawan, menyoroti pentingnya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah. Menurutnya, ketersediaan modal usaha menjadi salah satu faktor yang menentukan kemampuan pelaku UMKM dalam mempertahankan kegiatan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas jangkauan pasar di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis.

Perhatian terhadap persoalan pembiayaan menjadi relevan dengan perkembangan sektor keuangan Jawa Barat pada awal 2026. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan Jawa Barat pada triwulan I 2026 sebesar 1,35 persen secara tahunan. Sementara itu, pembiayaan UMKM menunjukkan perbaikan meskipun secara keseluruhan masih mengalami kontraksi. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan penyaluran pembiayaan kepada sektor produktif masih menjadi pekerjaan penting bagi berbagai pemangku kepentingan.

Ronny mengatakan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat. Di berbagai wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Depok dan Kota Bekasi, usaha kecil hadir dalam berbagai sektor seperti perdagangan, kuliner, jasa, kerajinan, transportasi, hingga ekonomi kreatif. Aktivitas tersebut tidak hanya menghasilkan pendapatan bagi pemilik usaha, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan menggerakkan kegiatan ekonomi di lingkungan sekitarnya.

“UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian masyarakat. Karena itu, akses terhadap pembiayaan perlu terus diperkuat agar pelaku usaha yang memiliki potensi dapat berkembang dan tidak terhambat hanya karena keterbatasan modal,” ujar Ronny dalam rancangan keterangannya.

Menurutnya, persoalan permodalan tidak selalu disebabkan oleh ketiadaan lembaga pembiayaan. Dalam sejumlah kondisi, pelaku usaha menghadapi tantangan berupa persyaratan administrasi, pencatatan keuangan yang belum tertib, keterbatasan agunan, serta kurangnya informasi mengenai produk pembiayaan yang sesuai. Hal-hal tersebut perlu mendapat perhatian agar akses terhadap layanan keuangan dapat semakin inklusif.

Ronny menilai perbankan memiliki peran strategis dalam mempertemukan kebutuhan modal pelaku usaha dengan sumber pembiayaan yang tersedia. Namun, penyaluran kredit juga harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kemampuan pengembalian dan keberlanjutan usaha. Karena itu, perluasan pembiayaan sebaiknya disertai dengan pendampingan, peningkatan literasi keuangan, dan penguatan manajemen usaha.

“Jangan sampai pelaku UMKM memiliki produk yang bagus dan pasar yang menjanjikan, tetapi tidak mampu meningkatkan kapasitas usahanya karena kesulitan mengakses modal. Di sisi lain, pembiayaan juga harus sehat agar tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi pelaku usaha,” katanya dalam rancangan pernyataan.

Sebagai anggota Komisi III DPRD Jawa Barat yang membidangi keuangan, Ronny memandang penguatan akses pembiayaan juga berkaitan dengan peran lembaga keuangan daerah. Perbankan daerah dapat menjadi bagian dari ekosistem pendukung pertumbuhan ekonomi melalui pelayanan keuangan, pembiayaan produktif, serta program peningkatan literasi keuangan yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Ia mengatakan, Kota Depok dan Kota Bekasi memiliki potensi pasar yang besar bagi pengembangan UMKM. Tingginya aktivitas masyarakat, perkembangan perdagangan, dan kebutuhan terhadap berbagai produk serta jasa dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperluas kegiatan ekonominya. Akan tetapi, peluang tersebut membutuhkan dukungan agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saing.

Menurut Ronny, akses permodalan juga perlu dihubungkan dengan pengembangan pasar. Tambahan modal akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila pelaku usaha memiliki strategi pemasaran, kemampuan produksi, serta jaringan konsumen yang memadai. Karena itu, pendampingan usaha tidak cukup hanya mengajarkan cara memperoleh pembiayaan, tetapi juga harus membantu pelaku usaha mengelola keuangan dan mengembangkan bisnis.

Ronny menambahkan bahwa pemerintah daerah dapat memperkuat koordinasi dengan lembaga keuangan, organisasi pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait untuk mengidentifikasi kebutuhan UMKM. Informasi mengenai karakter usaha, hambatan pembiayaan, serta potensi sektor ekonomi lokal dapat membantu penyusunan program yang lebih tepat sasaran.

Ia berharap penguatan pembiayaan UMKM menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembangunan ekonomi Jawa Barat. Dengan semakin banyak pelaku usaha yang memiliki akses terhadap modal dan pendampingan yang sesuai, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan dapat berkembang lebih luas sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“Yang kita harapkan adalah UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk tumbuh. Ketika usaha masyarakat berkembang, lapangan kerja dapat bertambah, pendapatan meningkat, dan perputaran ekonomi daerah menjadi semakin kuat,” pungkas Ronny dalam rancangan keterangannya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 5 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam