Inflasi Jabar 3,07 Persen, Tetep Abdulatip Minta Daya Beli Masyarakat Jadi Perhatian
Bandung, 7/4/26 — Inflasi Jawa Barat pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,07 persen secara tahunan. Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan karena perubahan harga barang dan jasa memiliki hubungan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Tetep Abdulatip mengatakan pengendalian inflasi tidak semata-mata berkaitan dengan menjaga angka statistik. Yang tidak kalah penting, menurutnya, adalah memastikan masyarakat tetap memiliki kemampuan membeli kebutuhan pokok serta menjalankan aktivitas ekonomi.
“Inflasi harus kita lihat dari sudut pandang masyarakat. Ketika harga kebutuhan naik, yang paling cepat merasakan dampaknya adalah rumah tangga. Karena itu daya beli harus tetap dijaga,” ujar Tetep.
Menurutnya, pengendalian harga membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat. Ketersediaan pasokan harus dijaga, sementara jalur distribusi perlu dipastikan berjalan dengan baik agar tidak terjadi tekanan harga akibat kelangkaan atau hambatan distribusi.
Tetep juga menilai pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat menjadi salah satu cara memperkuat daya tahan keluarga menghadapi perubahan harga. Masyarakat yang memiliki sumber pendapatan lebih beragam dinilai memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi tekanan ekonomi.
“Jangan hanya bicara bagaimana harga diturunkan. Kita juga harus bicara bagaimana pendapatan masyarakat diperkuat. Kalau pendapatan tumbuh, daya beli akan lebih kuat,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi perlu memperhatikan karakteristik masing-masing wilayah. Jawa Barat memiliki kawasan perkotaan, industri, pertanian, hingga daerah dengan karakter ekonomi yang berbeda sehingga pendekatan pengendalian harga tidak selalu dapat dilakukan dengan cara yang sama.
Tetep berharap stabilitas harga tetap menjadi bagian dari agenda pembangunan Jawa Barat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi akan lebih bermakna apabila masyarakat dapat menikmati aktivitas ekonomi tanpa tekanan harga yang terlalu berat.






Leave a Reply