Jabar Catat Deflasi Juli, Ronny Hermawan: Harga Turun Harus Diikuti Penguatan Daya Beli
Bandung, 3 Juli 2026 — Kondisi perekonomian Jawa Barat yang mencatat deflasi sebesar 0,05 persen pada Juli 2026 menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi III, Ronny Hermawan. Menurutnya, penurunan harga sejumlah komoditas merupakan perkembangan positif, namun pemerintah tetap perlu memastikan kondisi tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan daya beli masyarakat.
Ronny mengatakan, stabilitas harga merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kondisi ekonomi daerah. Namun, masyarakat tidak hanya membutuhkan harga yang terkendali, tetapi juga pendapatan yang memadai agar mampu memenuhi kebutuhan dan menjalankan aktivitas ekonomi.
“Deflasi tentu menjadi perkembangan yang positif, terutama jika terjadi karena harga kebutuhan masyarakat semakin terjangkau. Tetapi yang juga harus kita pastikan adalah daya beli masyarakat tetap kuat,” ujar Ronny.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus melakukan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok dan menjaga kelancaran distribusi barang. Gangguan distribusi dapat menyebabkan harga kembali bergejolak dan berdampak langsung terhadap masyarakat.
Sebagai anggota Komisi III, Ronny menilai kebijakan ekonomi daerah harus diarahkan tidak hanya pada stabilitas harga, tetapi juga penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap sinergi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar stabilitas ekonomi Jawa Barat dapat dipertahankan.
“Yang kita inginkan bukan hanya angka inflasi atau deflasi yang baik, tetapi kondisi ekonomi yang benar-benar terasa di masyarakat,” pungkasnya.






Leave a Reply