PRASASTI ZELFBESTUUR 1916: Antara TJOKROAMINOTO dan SOEKARNO, Bandung Sebagai Kota Zelfbestuur Islam (1916)
Oleh:
Nunu A. Hamijaya
Penulis Buku Tetralogi Islam Bernegara (1916-1962)
Terasjabar.co – “Tuan-tuan jangan takut, bahwa kita dalam rapat ini berani mengucapkan perkataan zelfbestuur atau pemerintahan sendiri… Supaya Hindia lekas dapat pemerintahan sendiri (zelfbestuur)…”
“bilamana kita memperoleh zelfbestuur yang sesungguhnya, artinya bila tanah air kita, kelak menjadi suatu negara dengan pemerintahan sendiri, maka seluruh lapisan masyarakat semuanya akan menuju ke arah dan bersama-sama memelihara kepentingan kita bersama, dengan tidak pandang bulu, bahasa, bangsa maupun agama.”
-HOS Tjokroaminoto, 17 Juni 1916, di Gedung Pertemuan Concordia (sekarang Gedung Merdeka), Kota Bandung
Pengantar
Kepentingan politik bersembunyi pada sejarah. Pertanyaan sederhananya adalah patung Soekarno di Bandung tersebut aspirasi siapa? Itu kesimpulan publik terhadap rencana pembangunan patung Soekarno yang tertinggi di Indonesia. Konon 22,3 meter. Lokasi disebut Plaza Bung Karno di Taman Saparua. Tanah milik siapa disana ? Kata Ridwan Kamil itu tanah Pemprop Jawa Barat. Mengapa bisa dibangun oleh Yayasan Putra Nasional Indonesia.
Mendirikan Museum Kota Bandung & Prasasti ZELFBESTUUR
Tahun 2018 Mei, kami pernah audiensi dengan Walikota Mang Oded, allohuyarham. Kami menyerahkan buku karya kami TITIK NOL : Kehendak Berpemerintahan Sendiri (Zelfbestuur.1916). Yang disampaikan adalah tentang peristiwa monumental bagi pribumi muslim di Hindia Belanda, yaitu pidato Zelfbestuur oleh TJOKROMINOTO di Alun-alun Bandung, 18 Juni 1916. Zelfbestuur adalah ‘pemernitahan sendiri’, yang dimaksudkan oleh TJOKROAMINOTO sejatinya adalah kehendek berpemerintahan sendiri alias merdeka! Dalam kesempatan itu, kami mengajukan usulan agar dibuatkan PRASASTI ZELFEBSTUUR, bukan PATUNG TJOKROAMINOTO!
Rupanya usulan kami, ditanggapi lebih serius, sekalipun BELUM dibuatkan PRASASTINYA. Walikota Oded M Danial (2018-2021) mendirikan MUSEUM KOTA BANDUNG, Museum Kota Bandung diresmikan pada tanggal 31 Oktober 2018 yang didalamnya ada POJOK NATICO I – ZELFEBSTUUR yang kami maksudkan itu. Pada tahun 2022, kami bertemu dengan Walikota YANA MULYANA, (2021-2022) dalam rangkaian kunjungan Bapak FADLI ZON beserta AHMAD DANI dan Ketua IKAPI Jabar, H. MAHPUDI. Dalam kesempatan itu, saya berkesempatan menyerahkan buku 1 NEGERI 3 PROKLAMASI, sekaligus menyampaikan usulan agar dibuatkan PRASASTI ZELFBESTUUR 1916.
Jejak dan Peran Penting TJOKROMINOTO di Bandung
Apakah publik Bandung lebih mengenal SOEKARNO daripada TJOKROAMINOTO? Belum ada surveinya. Tetapi, jika sudut-pandangnya politik rezim hari ini, maka SOEKARNO sedang menjadi primadona dan tanding topik. Ingatan kolektif publik Bandung sedang dibangkitkan terhadap jejak kehidupan Soekarno selama di Bandung, sejak ia kuliah di THS /ITB, percintaanya dengan Ibu Inggit Garnasih, Indonesia Menggugat-nya dalam pengadilan, mendirikan PNI, di penjara Banceuy, hingga Konferensi Asia Afrika (1955), hingga menjadi mantan Presiden dalam status tahanan rumah sampai meninggal tahun 1970. Soekarno sebagai Sang Proklamator, Presiden RI, Presiden RIS, hingga menjadi Presiden NKRI (1950). Orasi-orasinya, tulisan-tulisannya dikenal publik.
Bagaimana dengan TJOKROAMINOTO?: Antara Bandung-Cianjur
Pada tahun 1912,Tjokroaminoto mengutus dua orang anggota dari Surabaya untuk menemui tiga orang tokoh di Bandung. Mereka adalah Suwardi Suryaningrat, Abdul Muis, dan A. Wignyadisastra. Suwardi Suryaningrat, yang kemudian dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara, didapuk menjadi ketua Sarekat Islam Bandung (SI Bandung) dengan Abdul Muis sebagai wakil ketua dan Wignyadisastra sebagai sekretarisnya. Kehadiran SI Bandung ternyata mendapat sambutan hangat dari kalangan masyarakat Bandung saat itu, terbukti ketika beberapa kali mengadakan perkumpulan/rapat akbar, pertemuan tersebut dihadiri oleh banyak massa bahkan dihadiri oleh para pejabat setempat.
TJOKROAMINOTO pertama kali mengunjungi Bandung, sekitar tahun 1916, menjelang NATICO I, Juni. Bahkan, antara tahun 1916-1917, beliau pernah berkomunikasi dengan birokrasi bupati Cianjur saat diminta menangani perkara agraria,sehingga sebagai imbal jasanya beliau mendapat tanah sawah di sekitar Ciranjang, dulu termasuk Gununghalu, yang dikenal dengan BLOK TJOKRO seluas 500 bata. Ia adalah bupati yang mendukung NATICO I CSI dan yang menjadi penjamin kepada pihak Gubernur Jenderal Idenburg. Bupati saat itu adalah R.A.A. Wiratanakusumah (1912-1920),yang terkenal sebagai murid langsung SNOUCK HORGRONYE saat di Mekkah dan dikenal sebagai DALEM HAJI. Pada saat Ziarah ke Mekkah mendapat penghargaan Bintang Istiqlal Klas I dari Raja Arab. Pernah menjabat sebagai Meteri Dalam Negeri pertama RI (1946),dan Wali Negara Pasoendan.
Tjokroaminoto dan KH Usman Dhomiri al Tijaniyyah
Pasca bebas dari penjara (1921), Tjokroaminoto tinggal di rumahnya tokoh syeikh mursyid Tijaniyah, K.H. Ustman Dhomiri di Cimahi. Karena kedekatannya itu, adiknya Cokroaminoto kemudian dinikahkan dengan Usman Dhomiri. Sayangnya, adiknya meninggal sehingga tidak menghasilkan keturunan. KH Usman merupakan tokoh di balik Laskar Hizbullah, dalam catatan sejarah di negeri ini namanya justru tidak pernah disinggung. Dari sejumlah sumber, Laskar Hizbullah justru didirikan atas inisiatif dari KH Wahid Hasyim, tokoh Masyumi, pada 4 Desember 1944.
Nama Jalan HOS TJOKROMANITO
Tahun 2016, Pemkot Bandung di era Ridwan Kamil (2013-2018) melakukan perubahan nama-nama jalan. Warga Bandung pasti tidak akan ngeuh kalau ada yang bertanya Jalan RAA Wiranatakusumah, atau Jalan H.O.S Cokroaminoto. Tapi kalau ditanya Jalan Pasirkaliki atau Jalan Cipaganti, pastinya bakal ngeuh deh tuh jalan posisinya dimana. Padahal baik jalan dengan nama pahlawan dan juga yang bukan itu sebenarnya sama. Kalau Jalan RAA Wiranatakusumah adalah Jalan Cipaganti, sementara Jalan H.O.S Cokroaminoto adalah Jalan Pasirkaliki.






Leave a Reply