KDM Ancam Copot Kepsek Maung jika Terima Siswa Titipan
Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM, memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada kepala sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) apabila berani menerima siswa titipan. Sanksi tegas itu juga akan diberlakukan kepada panitia seleksi penerimaan siswa baru.
“Saya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,” ujar pria yang akrab disapa Dedmul itu dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).
Dia menerangkan pendaftaran SPMB Jabar 2026 dimulai pada Senin (25/5/2026) ini khusus untuk calon siswa Sekolah Maung. Pendaftaran siswa baru itu akan dibuka hingga 29 Mei 2026.
Dedmul menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip karena akan merusak tujuan pembentukan sekolah unggulan. Sekolah Maung ini didirikan untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas.
Dedi menekankan sekolah unggulan yang disiapkan Pemprov Jawa Barat itu diperuntukkan bagi siswa dengan kualifikasi akademik maupun nonakademik terbaik. Dengan begitu, seluruh proses seleksi harus berjalan transparan dan berintegritas.
“Tidak boleh sekolah unggul ada (siswa) titipan dari siapa pun atas nama apa pun dan untuk kepentingan apa pun,” kata Dedi.
Mantan Bupati Purwakarta itu, meminta seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa menjaga integritas serta menghindari praktik yang bertentangan dengan prinsip keunggulan sekolah. Dedi juga memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memproses hukum pihak-pihak yang terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru di sekolah unggulan.
“Tidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,” ungkap dia.
Dedi menyatakan Pemprov Jabar juga akan membuka kepada publik pihak-pihak yang mencoba menitipkan anaknya melalui jalur yang melanggar prinsip transparansi.
“Kami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,” ucap Dedi.
Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif. Harapannya, siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.






Leave a Reply