INDONESIA TIDAK PUNYA MASA LALU: Menjadi Paradoks Beban Sejarah (Burden of History)

Oleh:
Nunu A. Hamijaya
(Sejarawan Publik)

Terasjabar.co – “Jangan sekali-kali melupakan sejarah (JAS MERAH)”, Pekik Soekarno. Tetapi, paradoks-nya, Indonesia tidak punya masa lalu. Bahkan, Indonesia kini menjadi beban sejarah. Mengapa ini bisa terjadi? Bahkan,menjadi beban sejarah (burden of history). Sejarah Indonesia mestinya untuk masa depan.

Ketika menyebut identitas kolektif sebagai: Indonesia sebagai bangsa; atau etnis Sunda, Jawa, Bugis, Aceh, misalnya kita sering dihadapkan pada beban sejarah berabad-abad yang lalu. Tentang heroisme tokoh, tragedi sejarah, dan tradisi, nilai, teknologi dan seni: semuanya ada yang berupa ‘icon’ kebanggaan atau sebaliknya aib sejarah.

Itu semua terjadi karena ‘politik historiografi’, ketika tangan penguasa mengendalikan sejarah, dengan menuliskannya sesuai kekuasaannya. Ada yang menyebutnya sebagai ‘official history’ atau sejarah istana.

Politik historiografi itu yang menjadi beban sejarah setiap komunitas manusia di berbagai belahan dunia: Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika dilestarikan sebagai ‘glorifikasi’ akan kejayaan masa lalunya.

Beban Sejarah Atas Nama Politik Historiografi

Mengapa bangsa Barat-Kristen, terikat dengan sejarah Perang Salib, yang sebenarnya tragis ditinjau dari aspek kemanusiaan, banyak terjadi aib kemanusiaan: pembunuhan atas dasar pemaksaan untuk mempercayai tentang Kristen. Mengapa bangsa Jerman, terikat dengan sejarah NAZI, yang mememperlihatkan sejarah holocaus-pembunuhan manusia atas dasar RAS ARIA bukan Ras ARIA. Mengapa Zionis-Israel dan Kristen-Nasrani terikat dengan sejarah kelamnya akibat pembunuhan atas dasar klaim bangsa pilihan tuhan dan non-yahudi yang disebut joyeem, atau umami. bahkan, al Quran merekan klaim mereka dan dibantah langsung “Orang Yahudi dan Nasrani berkata, “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Tidak, kamu adalah manusia (biasa) (QS al Maidah:18).

Bangsa : Dari Geneologis ke Politik Geografi

Kata “bangsa” berasal dari bahasa Sanskerta “vamsha” yang berarti “keturunan” atau “silsilah”. Ini sama dengan pengertian “nation” berasal dari kata bahasa Inggris “nation“, yang diserap dari bahasa Latin “natio” yang berarti “kelahiran” atau “keturunan”. Jadi, dasarnya adalah tanah kelahiran

Dalam teks-teks Melayu dan Jawa Kuno, kita menjumpai ungkapan seperti bangsa raja, bangsa hulubalang, atau bangsa orang besar, yang menunjukkan bahwa bangsa adalah penanda hierarki sosial berbasis nasab (Zoetmulder, 1982). Secara etimologis, kata ini berkaitan dengan istilah Sanskerta vaṃśa, yang berarti “garis keturunan” atau “dinasti” (Monier-Williams, 1899). Dengan demikian, berdasarkan arti asalnya, penggunaan sebutan ‘bangsa’ adalah identitas yang diwariskan berdasarkan geneologis.

Hal ini sama dengan padanan kata ‘nation’,yang berasal dari Latin natio, yang secara harfiah berarti “kelahiran” atau “asal-usul” (Benveniste, 1973). Namun, sejak abad ke-18, makna nation mengalami pergeseran radikal menjadi konsep komunitas politik yang dibayangkan, terikat oleh hukum, institusi, dan kesepakatan bersama (Anderson, 2006). Bangsa dalam pengertian ini bersifat politis dan kontraktual, bukan genealogis.

Perbedaan ini menjelaskan mengapa dalam bahasa Inggris tidak terdapat hubungan morfologis maupun semantik antara nation dan nobility.Istilah nobility berasal dari Latin nobilis (“terkenal, terpandang”), sementara aristocracy berasal dari Yunani aristos (“yang terbaik”) dan kratos (“kekuasaan”) (Oxford English Dictionary, 2020). Kedua istilah ini berdiri sebagai kategori sosial tersendiri, tidak diturunkan dari nation atau people. Dengan kata lain, dalam tradisi Inggris, elite sosial tidak dilekatkan secara konseptual pada bangsa, meskipun secara historis mereka memang pernah menguasai negara.

Membawa Beban Sejarah: Sebuah Paradoks

Pilihan politik historiografi bangsa Indonesia dengan menyandang sejarah Majapahit dan Sriwijaya menjadi beban sejarah yang partadoks. Apa yang menjadi ‘identitas terkait dan terhubung-nya dengan ‘bangsa Indonesia’ yang terbentuk sejak tahun 1928-1945? Apa sebenarnya yang menjadi warisan nilai dan tradisi,budaya dan seni mereka itu sehingga ‘jatidiri Indonesia’ sebagai sebuah komunitas sosial politik ?

Ketika menyebut ‘bangsa Indonesia’, sejatinya identitas beban sejarahnya baru dimulai pada tahun 1928 dan dikukuhkan pada 17 dan 18 Agustus 1945 sebagai nama bangsa, bahasa dan negara. Indonesia adalah sebuah jatidiri yang menjadi (becoming) bangsa Indonesia yang tidak punya masa lalu, karena ia tidak membawa estafeta nilai dan prinsip, kepemimpinan dan contoh teladan (role of model atau ushwah hasanah). Terbentuknya ‘jiwa dan karakter Indonesia itu baru dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 dan batang tubuhnya. Tidak ada contoh terbaik manusia Indonesia: apakah disebut Manusia Pancasila. Siapa orangnya? Siapa Namanya?

Apa yang diperjuangkan oleh komunitas yang menamai dirinya sebagai ‘bangsa Indonesia‘ untuk merdeka (Mohammad Hatta, 1930) tidak jelas merujuk iepada sumber wahyu al Quran sebagai rujukan nilai, prinsip dan karakternya. Yang diketahui bahwa pada tahun 1924, Hatta menyatakan rujukan model negara Indonesia kelak seperti Negara Nasional sekuler Turki. (Barat). Sedangkan M. Yamin membawa-bawa sosok Gajahmada (Timur). Sementara itu, Soekarno, dengan berapi-api membawa konsep asli pribumi manusia Indonesia yang disebutnya sebagai MARHAENISME.

Historiografi Atas nama Umat Islam

Dalam al Quran Surah al Hujurat ayat 13 kita memperoleh infomasi wahyu sebagai berikut: Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja’alnākum syu’ụbaw wa qabā`ila lita’ārafụ, inna akramakum ‘indallāhi atqākum, innallāha ‘alīmun khabīr.

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari pasang-pasangan laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu ber-syu’ub dan ber-qabilah, supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Membaca ayat ini memang harus berdasarkan latar-belakang sosiologi Arab era Nabi Muhammad SAW, baik sebelui kelahirannya maupun pasca kelahirannya.

Diawali dengan universalitas komunitas manusia, ayat ini menggunakan istilah an Nas. Kata al-nas itu disebutkan sebanyak 240 kali yang tersebar dalam 53 surah dalam Al Quran. al-Raghib al-Asfahani menyimpulkan bahwa kata al-nas menunjukkan eksistensi manusia sebagai makhluk sosial secara totalitas tanpa melihat status keimanannya. Jadi, kata al-nas itu menunjukkan pada hakikat manusia sebagai makhluk sosial secara keseluruhan, baik beriman ataupun kafir. Fungsi manusia sebagai makhluk sosial ini tentunya melibatkan masyarakat di sekitarnya.

Selanjutnya, kontektualitas ke-Araban mulai ditunjukkan dengan asal-usul pembentukan komunitas sosial itu dari hubungan geneologis (nasab), karena sambungan kemudian berkaitan dengan kata syu’ub’ dan ‘qobail’. Jadi, konstruksi sosial yang dijelaskan ayat ini merujuk kepada tatanan komunitas manusia yang berasal dari satu hubungan geneologi (nasab). Kemuliaan manusia itu karena taqwanya kepada Allah SWT.

Al Quran menyebut entitas manusia (an nas) dengan kategori antropoligis sosial di Arab : syu’uban dan qobail, sebab al Quran pertama kali diturunkan di Arab dan diwahyukannya kepada Nabi Muhammad SAW sebagai ‘native speaker’ yang berbahasa Arab, sehingga yang dijelaskannya menggunakan kondisi geneologis dan sosial masyarakat Arab.

Dalam masyarakat Arab dikenal ‘ashobiyyah’ yang berpangkal pada hubungan kekerabatan darah atau nasab yang disebut kabilah (qabilah) dan persekutuan (al half). Di atas qabilah (al-qobail: jamak), seperti qabilah Rabiah, Qabilagh Mudhar adalah syu’ub atau al sya’ib. Misalnya : Syaab Qathhan, Syaab Adnan. Sedangkan dibawah qabilah adalah al -Imarah, seperti Imarah Kananah dan Imarah Quraisy. Sesudahnya ada al-bathn, seperti Bani Abd. Manaf, Bani Makhzun. Dibawahnya lagi ada al-fakhdz, seperti Bani Hasyim, Bani Umayyah. Terakhir, adalah al-fashilah, seperti Bani Abi Thalib dan Bani Abbas. (Jawad Ali, al-Mufasshal, jilid IV, hlm 318 dalam Abdul Azis, Chiefdom Madinah, 2016). Jadi, jika diurutkan dari tingkat tertinggi dalm struktur ashobiyah Arab sebagai berikut: (1) syu’ub, (2) qobail, (3) al-imaroh (4) al fakhzd; dan (5) a;-fashilah

Cetak Biru Perjuangan untuk Izzul islam wal Muslimin

Perjuangan dakwah risalah Islam diseluruh dunia telah ditunjukkan ‘cetak biru’ nya oleh Nabi SAW. Melalui peristiwa Isro Miraj, Nabi SAW telah menujukkan dua hal yang paling fundamental , Pertama : tentang estafeta perjuangan Islam : yaitu bertemunya dengan para nabi: Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Daud dan Isa. Kedua: Kiblat pusat Kepemimpinan & Kekuasaan ( Dari al Quds ke Ka’bah-Masjidl al Haram,Mekkah). Ketiga, penyempurnaan kitab pedoman sejak Shuhuf Adam,Ibrahim, Taurat, Zabur, Injil kepada al Quran.

Hal ini kemudian diestafetakan dengan berbagai dinamikanya melalui era kekuaaan Kekhilafahan-Monarchi: Sejak Muawiyah, Umayah, Abbasiyah, Fathimiyyah, Mamluk, Dinasti Ilkhan (Ilkhan gelar Hulagu Khan) di Mongol, hingga Kekhilafahan Ustmaniyyah di Turki,1924). Pada akihrnya, saat ini estafeta itu sedang diperjuangkan ke arah kesempurnaan khilafah min hanjuun nubuwwah di berbagai negeri islam.

Kekuasaan politik Islam di negeri-negeri Nusantara sangatlah luas. Berdirilah banyak kesultanan-kesultanan Islam di Acheh, Sumatera, Jawa, Sunda (Banten, Cirebon), Sulawesi, Borneo, hingga ke Jazirul al Mulk (Kepulauan Maluku) dan Timor dan Papua. Gerakan dakwah itu dipimpin para ulama-wali berasal dari Timur Tengah yang dikenal dengan sebutan Dewan Wali Songo hampir 10 (sepuluh) generasi.

Pada awal abad XX, pengorganisasian perjuangan politik islam menghadapai imperialisme dan kolonialisme Barat- Belanda (VOC) dan Kerajaan Protestan Belanda berlangsung dipelopori oleh Sarekat Islam (SI) dengan dukungan al Irsjad dan Muhammadiyyah dan kaum Tradisi dengan mengusung menegakkan khilafah dan berdirinya pergerakn komite-komite khilafah (1925-1926). Dalam masa revolusi islam bernegara di Indonesia (1945-1949), telah berlangung pula Konferensi Ulama dan Tokoh Islam di Pringan Timur yang berhasil mendeklarasikan Road Map Tjisajong (1948) yang mengusung perjuangan tanpa plebesit (pemilihan umum), mendirikan negera islam dan mendukung negara-negara islam agar bersatunya dibawah Khilafah Dunia.

Konsklusi: Hijrah Ke Politik Histirografi Masa Depan

“Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kalian dapat berhijrah di dalamnya?” (QS An-Nisā’ 4:97)

Ajakan al Quran untuk kepada politik historiografi islam awal mula, yaitu pindah dunia dataran baru wilayah pemikiran yang baru sebagaimana dilakukan generasi awal Islam (para sahabat khualafur rosyidin) ketika mereka membangun Madinah sebagai di tengah dunia jahiliyah Mekkah yang kacau dengan persiapan kekuatan apa saja untuk Mekkah. Ajakan yang paling relevan bagi zaman modern, Indonesia yang paradoks beban sejarah, ketika elit politik dan sebgaian enduduknya hidup dalam “dunia yang salah”, sistem sosial yang membuat kebaikan tampak memalukan dan keburukan tampak wajar.

Keluar dari beban sejarah berarti memahami dan berdamai dengan masa lalu, baik kejayaan maupun luka, tanpa membiarkannya menghambat kemajuan masa depan. Ini melibatkan refleksi kritis, mengambil pelajaran berharga, dan melepaskan trauma traumatis untuk membangun fondasi baru DENGAN REFERENSI YANG BENAR TERJAMIN.

Ikhtiar untuk melepaskan dari paradoks beban sejarah, antara lain:

  1. Tinggalkan narasi tentang mencari dan merumuskan Indonesia dan Manusia Baru yang filsafat Barat-Timur, apalagi Pancasila, dan TAUBAT kembali pada rujukan wahyu Ilahi dengan ushwah hasanah (teladan/role model terbaik) dan qudwah (kepemimpinan paripurna) perjuangan Nabi SAW dan para sahabatnya;
  2. Tidak me-fraring diri sebagai Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan sejarah masa lalunya, sebab itu adalah paradoks beban sejarah
  3. Fokuskan pada materi tentang kejayaan Islam dan jejak-jejaknya pada kejayaan kesultanan-kesultanan islam (Aceh, Bugis, Demak, Banten, Cirebon, dan kesultanan-kesultanan islam lainnya).
  4. Fokus kepada Siroh Nabi dan perjuangan para shahabt Khulafa ur Rosyidin; serta tokoh-tokoh pejuang Islam;
  5. Transparansi dan Dialog: Mengatasi beban sejarah memerlukan kejujuran, transparansi, dan dialog terbuka, bukan menutup-nutupi fakta. Lakukan re-konstruksi politik historiografi nasional saat ini;
  6. Fokus pada Masa Depan Indonesia untuk melanjutkan estafeta perjuangan Nubuwwah-Risalah kepada min hajjun nubwwah agar terwujud Baldatun thoyibbatun wa robbun ghofuir.
Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 7 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius