ZELFBESTUUR: Gouvernment dan Imperium Muslim

Oleh:
Nunu A. Hamijaya
(Sejarawan Publik-Pusat Studi Sunda)

Terasjabar.co – Tahun-tahun itu, 1920-1924, selesai Perang Dunia I (1914-1918), kekuatan politik imperium Islam (Khilafah Ustmaniyyah) dalam kondisi lemah, sementara kekuatan ideologi sosialis-komunis tengah diatas angin setelah revolusi Rusia (Oktober 1917) dibawah kepemimpinan Lenin dan Stalin. Paham komunis masuk ke Hindia Belanda, dibawa seseorang asal Belanda yang pernah menetap di Rusia, bernama Henk Sneevliet dan mendirikan Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV). ISDV ini kemudian berganti nama menjadi Partai Komunis Hindia.

Sementara itu, kapitalisme internasional melalui Perjanjian Sykes-Picot (1916) membentuk negara-bangsa pertama, yaitu Negara Turki Modern, setelah Khilafah diruntuhkannya (3 Maret 1924) sebagai pilot proyek bagi terbentuknya negara-bangsa sejenis di koloni-koloni jajahan mereka, termasuk Hindia Belanda yang merupakan jajahan Kerajaan Protestan Belanda. Sebelumnya, Revolusi Komunis China (1911) telah memicu munculnya kekuatan Komunisme Internasional di kawasan Asia.

Pada tahun 1924, lewat bukunya ISLAM DAN SOSIALISME, Tjokroaminoto menjelaskan satu bab khusus tentang GOUVERNEMENT (Bab VIII, 1954). Istilah ini, dikenal dalam sistem pemerintahan Hindia Belanda,misalnya ada dokumen yang diberi judul Gouvernement besluiten. (besluiten pemerintah). Arti gouvernement secara ringkasnya adalah badan atau lembaga yang menjalankan kegiatan pemerintahan. Gouvernement hanya ada satu subjek yaitu institut pemerintahan, yaitu yang memegang peran dominan atas kepatuhan semua warga negara agar tercapainya tujuan negara.

Gouvernment ke Governance

Konsep gouvernment ini dapat dikatakan sebagai konsep lama dalam penyelenggaraan pemerintahan karena hanya menekankan pada pemerintah (lembaga/institusi pemerintah) sebagai pengatur dan pelaksana tunggal penyelenggaraan pemerintah. Pantas saja, karena status pribumi Hindia Belanda adalah rakyat jajahannya dan warga negara klas tiga.

Selain berbicara tentang gouvernement, kita juga berbicara tentang governance. GOVERNANCE adalah kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah (gouvernement) yang membentuk pola hubungan antara negara, masyarakat, dan ranah privat atau swasta. Berbicara governance, maka ada tiga komponen yang terlibat: Sektor publik Sektor swasta Sektor masyarakat. Semua memegang peran sesuai dengan fungsinya masing-masing sehingga yang dibtuhkan adalah partisipasi warganegara. Pencapaian tujuan negara dan tujuan masyarakat melalui partisipasi sebagai warga negara maupun warga masyarakat.

Gouvernement (governement) pada era Nabi SAW dan Umar bin Khattab telah memberikan bukti sejarah tentang berlakunya prinsip-prinsip dan asas-asss sosialisme dalam Islam. Dalam bahasa hari ini, pemerintahanya telah menjalankan prinsip-prinisp GOOD GOVERNANCE yang berpedoman pada ISLAM. Menurut Tjokroaminoto, Gouvernemnt model Nabi SAW dan Anirul Mukininin Umar bin Khatab berlandaskan pada QS Surat At-Taubah Ayat 71.

Wal-mu`minụna wal-mu`minātu ba’ḍuhum auliyā`u ba’ḍ, ya`murụna bil-ma’rụfi wa yan-hauna ‘anil-mungkari wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa yu`tụnaz-zakāta wa yuṭī’ụnallāha wa rasụlah, ulā`ika sayar-ḥamuhumullāh, innallāha ‘azīzun ḥakīm.

Artinya: Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menjalankan perintah (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada allah dan rasul-nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh allah; sesungguhnya allah maha perkasa lagi maha bijaksana.

Pemerintahan model Umar bin Khattab yang dimaksudkan Tjokroaminoto yaitu sistem berpemerintahan yang mengarahkan partisipasinya warga negaranya atas dasar IMAN, sebagai motivasi SALING MENOLONG, dan melaksanakan AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR, dengan SHOLAT, dan ZAKAT dengan KETATATAN-nya itu hanya karena ALLOH dan ROSULNYA. Pemerintahannya bukan hanya untuk keselamatan dan kesejahteraan di DUNIA,Akan tetapi yang lebih penting lagi adalah terhindar dari API NERAKA dan selamatan di DARUL AKHIROT. Cita-cita PERSAUDARAAN (sebagaimana ayat al Quran, INNAMAL MUKMINUNA IKHWATUN) yang tertanam dan kecintaan mereka terhadap agamanya (ISLAM), telah menghilangkan segala EGOISME.

Zelfbestuur ke Imperium muslim

HOS Tjokroaminoto, pernah menulis artikel yakni “Apakah Sosialisme Itu” dan “Sosialisme Berdasar Islam.” Dua tulisan ini dimuat di surat kabar resmi SI, Oetoesan Hindia, yang terbit perdana pada 1 Januari 1913. Jejak literasi ini rupayanya dilanjutkan, seiring dengan perkembangan politik internasional,pada sepuluh tahun kemudian.

Buku klasik dan monumental ini, pertama kali diterbitkan di Jakarta oleh PT. Bulan Bintang tahun 1924. Buku itu hanya setebal 113 halaman yang dibagi menjadi 10 bab itu, ditulis dengan bahasa Melayu ejaan lama. Kemudian, diterbitkan kembali (Jakarta: Bulan Bintang, 1950). Pada tahun 1963 dterbitkan ketiga kalinya oleh Lembaga Penggali Dan Penghimpun Sedjarah Revolusi Indonesia. Pada era orde baru, diterbitkan pada 2003 oleh TriDe, Yogyakarta,dan terakhir pada 2008, diterbitkan Sega Arasy,Bandung.

Dalam buku. ISLAM DAN SOSIALISME (terbit 1954, PT Bulan Bintang, Jakarta. Di Bab VI, tersebut judulnya IMPERIUM MUSLIM, yang terdiri dari 3 sub judul yaitu:

  1. Kekuasaan Kerajaan
  2. Peraturan Sosialisch daripada Kerajaan Muslim dalam zaman dulu
  3. Kritik diatas sosialisme muslim dan cita-cita politik Islam

Ada hal yang menarik dikritis berkenaan dengan buku ISLAM DAN SOSIALISME ini yaitu tentang istilah pada BAB VI IMPERIUM MUSLIM.

Beberapa kalangan sejarawan bahkan merasa terkaget-kaget dengan istilah yang asli dikemukan oleh HOS Tjokroaminoto sendiri, yaitu IMPERIUM MUSLIM. Banyak menganggap bahwa tidak ada istilah ini dalam buku tersebut.Apakah ini buatan dari pihak sejarawan atau penerbitnya sendiri? Mungkin dicetakan pertama tidak ada bab dengan judul tersebut.

Maka, saya berusaha mencari dokumentasi otentik dari buku tersebut,dan menemukan bukunya yang terbit tahun 1954.Setelah ditelaah secara seksama, bahwa terbukti benar. Judul Bab VI adalah IMPERIUM MUSLIM.

Mengapa sebutannya bukan Khilafah islam?

Penggunaan istilah “imperium muslim” oleh H.O.S. Tjokroaminoto dalam buku Islam dan Sosialisme (1924)—bukan istilah “khilafah islam”—merupakan bagian dari strategi komunikasi politik, kontekstualisasi zaman, dan perang wacana melawan narasi kolonial Barat serta ideologi komunisme sekuler pada masa itu.

Ada beberapa alasan mendasar mengapa Tjokroaminoto memilih diksi tersebut:

Menandingi Istilah “Imperium” Milik Kolonial Barat

Pada awal abad ke-20, dunia didominasi oleh “Imperium” (Kekaisaran/Penjajahan) Barat seperti Imperium Britania dan Imperium Belanda (Dutch Empire).

  1. Strategi Kontra-Narasi: Tjokroaminoto sengaja meminjam istilah “imperium” yang dipahami secara global untuk menunjukkan bahwa Islam juga pernah memiliki peradaban berskala global.
  2. Pembeda Kualitas: Ia ingin menunjukkan kepada dunia internasional dan kaum terpelajar Hindia Belanda bahwa jika “Imperium Barat” tegak di atas penindasan dan eksploitasi kekayaan (kapitalisme), maka “Imperium Muslim” masa lalu justru tegak di atas keadilan sosial, penyetaraan kasta, dan kemakmuran rakyat (sosialisme).

Sasaran Pembaca: Kaum Terpelajar yang Terbaratkan

  1. Bahasa Kaum Intelek: Buku ini ditulis untuk meyakinkan kaum pergerakan nasional, organisasi buruh, dan pemuda terpelajar (Jong Islamieten Bond, dll.) yang saat itu sangat akrab dengan literatur politik Barat (Marxisme, Sosialisme, Kapitalisme).
  2. Menjembatani Konsep: Menggunakan istilah ilmu politik Barat seperti “imperium” dan “sosialisme” membuat argumennya lebih mudah diterima dan diperdebatkan secara ilmiah oleh kalangan nasionalis sekuler maupun kiri pada waktu itu.

Menghindari Bias Teologis dan Fokus pada Sistem Sosial

  1. Fokus pada Sisi Kesejahteraan: Istilah “khilafah” sering kali langsung mengarahkan pikiran orang pada aspek fikih politik, suksesi kekuasaan, atau sentimen keagamaan murni.
  2. Menyoroti Keadilan Ekonomi: Karena buku ini fokus membahas Sosialisme, Tjokroaminoto menggunakan “imperium muslim” untuk menyoroti wujud peradaban, wilayah geografis, dan sistem sosial-ekonominya yang sukses menghapus kemiskinan dan kapitalisme pada masa Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin.

Konteks Geopolitik Runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani (1924)

Buku Islam dan Sosialisme terbit pada November 1924. Hanya beberapa bulan sebelumnya, yaitu pada Maret 1924, Kekhalifahan Turki Utsmani resmi dihapuskan oleh Mustafa Kemal Ataturk.

Situasi dunia Islam saat itu sedang terguncang dan penuh ketidakpastian mengenai institusi “khilafah”. Tjokroaminoto memilih melihat Islam dari jejak peradabannya (imperium) yang kaya akan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, daripada terjebak dalam perdebatan runtuhnya institusi politik Turki saat itu. Tjokroaminoto sendiri merupakan tokoh yang aktif mengupayakan pemulihan dunia Islam, termasuk menjadi utusan Indonesia ke Kongres Khilafah di Mekah tahun 1926)

Dengan demikian, HOS Tjokroaminoto menggunakan kata “imperium muslim” sebagai alat diplomasi bahasa untuk menantang balik narasi penjajah Barat dengan istilah mereka sendiri

Penunjuk Jalan Mewujudkan Imperium Islam

Dalam buku karya terakhir H.O.S. Tjokroaminoto berjudul Memeriksai Alam Kebenaran (19128), beliau menegaskan rujukannya dengan ISLAM, ketika menjelaskan bahwa jalan mencapai tujuan hidup di dunia untuk mewujudkan Imperium Muslim yaitu dengan 8 (DELAPAN) DAYA UPAYA MENGENAL ALLAH SWT terlebih dahulu.

Kedelapan daya upaya mengenal Allah SWT itu DAYA UPAYA MENGENAL

(1) Pertama merujuk pada QS 13:14, bahwa yang dimaksud dengan da’watul haq ialah seruan yang benar yang mengajak kepada ajaran tauhid. Berhala-berhala yang disembah kaum musyrik tidak dapat mengabulkan permintaan mereka sedikit pun. Yang dimaksud dengan berhala ini adalah isme-isme SOCIALISME-COMMUNIS dan INDIVIDUALISME-KAPITALISME

(2) Kedua, merujuk pada QS 113 :1-4;

(3) ketiga, QS 1:1-2;

(4) keempat, pada ayat yang berbunyi ‘UD UNI ASTAJIB LAKUM’ (QS MUKMIN (40):60)

(5) Kelima, yang merujuk pada ayat tentang JIHAD dengan amwal dan anfus (AT TAUBAH : 41 ; QS KABUT:69).

(6) Keenam, yang merujuk pada ayat al Quran tentang ISTIQOMAH, yaitu suatu ketetapan hati (QS Fussilat Ayat 30).

(7) Ketujuh, adalah merujuk peda ayat tentang pergaulan dengan sesama manusia yang benar-benar ibadahnya sebagaimana dalam QS. AT-TAUBAH : 119.

Dan terakhir, (8) kedelapan, yaitu yang merujuk kepada ayat al Quran tentang pertemuan manusia dengan ALLOH , baik di dunia mendapatkan keselamatan dan di akhirat terhindar dari api neraka (QS YUNUS : 64)

HOS Tjokroaminoto menulis bahwa maksud ditulisnya bab ini adalah untuk menunjukkan tujuan hidup manusia di dunia. Kedelapan daya upaya untuk mencapai tujuan hidup di dunia itu harus bersandarkan pada ISLAM dengan al Quran sebagai pedomannya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 13 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam