Soekarno dan Makam Imam Bukhori: Ulama Diusir Penguasa Tetap Terkenal Mulia

Oleh:
Nunu A. Hamijaya
(Sejarawan Publik)

Terasjabar.co – Kondisi akhir hayat seseorang tidak selalu mencerminkan kemuliaan atau kehinaannya, setidaknya dimata Allah SWT.Perlakuan penguasa atas sosok ulama masyhur menjadi sebabnya. Ulama ini tidak disukai penguasa, karena sikapnya yang tegas menjaga jarak dengan penguasa; dan jauh dari sikap dan perilaku meminta-minta harta dan kedudukan.

Saat ini, sangat banyak ulama yang justru menjadi bagian dari penguasa dan menjadi pengusung kebijakan politik dalam berbagai aspeknya yang justru bertentangan dengan syariat Islam bahkan menjadi musuh Islam itu sendiri. Mereka menciptakan berbagai konsep dan istilah yang semakin menjauhkan dari aqidah Tauhid dan syariat Islam.

“Ulama adalah kepercayaan Rasul selama mereka tidak bergaul dengan penguasa dan tidak asyik dengan dunia. Jika mereka bergaul dengan penguasa dan asyik terhadap dunia, maka mereka telah mengkhianati para Rasul, karena itu jauhilah mereka” (HR Al Hakim).

Dari Abu Dzar berkata, “Dahulu saya pernah berjalan bersama Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda, “Sungguh bukan dajjal yang aku takutkan atas umatku”. Beliau mengatakan tiga kali, maka saya bertanya,” Wahai Rasulullah, apakah selain dajjal yang paling Engkau takutkan atas umatmu ?”. Beliau menjawab, para tokoh yang menyesatkan”. [Musnad Ahmad (35/222)

Antara Ulama Su’u dan Ulama Rabbani

Dalam al-Quran, dikisahkan tentang ulama su’u tersebut dalam Surah al A’raf (175-177) . Berikut adalah ciri-ciri orang yang berilmu tapi buruk tersebut (1) Dia menyuruh orang lain untuk melakukan kebaikan, tapi dia melupakan dirinya. (2) Perbuatannya menyelisihi perkataannya.(3) Mereka hanya ingin meraih kesenangan dunia yang fana serta ridha manusia. (4) Mereka itu yang mengajak ke pintu-pintu neraka. (5) Sifat Kelima; Ulama’ yang menanggalkan keilmuannya itu menjadi pengekor hawa nafsu.

Sebaliknya, ada kelompok Ulama Rabbānī (Ulama Akhirat).Dalam al-Qur`an, kata ‘ulamā’ yang merupakan bentuk plural dari kata ‘ālim’ disebutkan sebanyak dua kali. Ulama pertama terdapat dalam surah Fathir [35] ayat 28; sedangkan yang berikutnya terdapat dalam Surah asy-Syu’ara [26] ayat 197.

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Fāṭir [35]: 28)

Dalam ayat ini, yang dimaksud dengan ulama adalah mereka yang memiliki ilmu sehingga mengantarkan kepada khasyah (rasa takut yang disertai pengagungan) kepada Allah. Rasa takut ini berbeda dengan khauf, yang lebih menunjukkan ketakutan karena kelemahan diri.

Imam al-Ghazālī dalam Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn (I/77) menyebut ulama jenis ini sebagai ‘Ulamā al-Ākhirah (ulama akhirat), yang ciri-cirinya antara lain: memiliki khasyah, bersikap khusyuk, rendah hati (tawadhu`), berakhlak mulia, dan lebih mengutamakan akhirat daripada dunia (zuhud).

Adapun Ulama Su’u, dalam istilah Imam al Ghazali dalam kitabnya al Ihya Ulumudin dan Kitab Bidayatul Hidayah; atau yang lebih mutakhir, Sayyid Bakri bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam Kifayatul Atqiya ada ulama su’u dan ulama al haq.

“Mereka adalah ulama agama untuk membedakan antara mereka dan ulama dunia; mereka adalah ulama jahat yang dengan ilmunya bertujuan untuk kesenangan dunia, mendapatkan pangkat dan kedudukan pada penduduk,” (Lihat Sayyid Bakri bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya, [Indonesia: Al-Haramain Jaya, tanpa tahun], halaman 70).

Mereka adalah orang (yang dengan) meraih (ilmunya bertujuan untuk kesenangan dunia,) hidup senang dengan perhiasan dunia, yaitu menghias rumah dengan permadani mewah, menggantungkan gorden padanya, menghiasi diri dengan pakaian luks, dan memperindah rumah dengan kasur yang elok, (mendapatkan) dengan ilmunya (pangkat dan kedudukan) yang tinggi (pada penduduk) dunia,” (Lihat Sayyid Muhammad Al-Husaini Az-Zabidi, Ithafus Sadatil Muttaqin bi Syarhi Ihya’i Ulumiddin, [Beirut: Muassasatut Tarikh Al-Arabi, 1994 M/1414 H], juz I, halaman 348).

Sosok ulama itu: Imam Bukhori

Hadits Riwayat Bukhori sering disingkat menjadi HR.Bukhori. Inilah yang dikenal umat islam dan sering dikutip dalam berbagai kitab para ulama dan khutbah yang dijadikan rujukan dalam fatwa. Namun, jika ditelisik siapa dan bagaimana Imam Bukhori? Tentunya banyak yang belum mengetahuinya.

Tak banyak tahu, bahwa namanya Imam Bukhori diambil dari tempatnya kelahirannya di Bukhara pada 19 Juli 810. Nama aslinya adalah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah, dengan kuniyah (julukan) Abu Abdillah.Adapun Bukhara adalah kota kuno bersejarah yang terletak di Uzbekistan bagian tengah, di oasis delta Sungai Zerafshan, menjadi titik penting di Jalur Sutra, terkenal sebagai pusat peradaban Islam, perdagangan, dan keilmuan, serta menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO karena arsitektur dan sejarahnya yang kaya.

Dengan luas Bukhara adalah 32% dari luas wilayah Uzbekistan dengan kepadatan penduduknya 8,2% mewakili negara tersebut. Kota ini mengalami masa kejayaannya pada abad ke-9 M sampai abad ke-13 M sebagai pusat peradaban Islam dan perdagangan di Asia Tengah, di samping Samarkand. Keduanya terletak di Jalur Sutra yang menghubungkan Tiongkok dengan Asia Barat dan terus hingga ke Eropa.

Soekarno dan Makam Imam Bukhori

Kisah Soekarno dan makam Imam Bukhari adalah tentang bagaimana Soekarno menggunakan syarat kunjungan ke Uni Soviet pada 1961 untuk meminta pemimpin Soviet, Nikita Khrushchev menemukan makam perawi hadits legendaris itu di Samarkand, Uzbekistan, yang saat itu tak dikenal dan terbengkalai, yang akhirnya ditemukan, dipugar, dan kini menjadi situs ziarah penting, menunjukkan diplomasi budaya spiritual Soekarno yang berdampak besar bagi dunia Islam. Pada tahun 1998, Presiden Uzbekistan, Islam Karimov, mulai membangun kompleks peringatan yang megah dan menyatakan Imam Bukhari sebagai wali intelektual negaranya. Pusara Imam Bukhari terletak tiga puluh kilometer dari Samarkhand, di sebuah desa bernama Khartang, di Uzbekistan, Asia Tengah.

Diusir oleh Tiga Penguasa

“Berjuanglah. Jika kamu berhasil dan menang, kamu akan kehilangan banyak orang yang kamu cintai. Tapi, jika kamu diam dan menyerah, mati pun lebih buruk daripada hidup,” ( Imam Bukhori)

Imam Bukhari mendapat tekanan keras di akhir hayatnya dari penguasa kota-kota muslim. Lebih tepatnya kota Naisabur, Bukhara, dan Samarkhan.

Di antara sebabnya, pertama Imam Bukhari menolak mengajarkan anak-anak mereka di istana. Beliau selalu berkata: “Ilmu itu didatangi. Bukan dibawakan ke pintu-pintu” Kedua, Rasa iri sebagian orang terhadap Imam Bukhari karena ketenaran dan sejarah yang ditorehnya.

Ketika Imam Bukhari berumur 62 tahun, penguasa Naisabur memerintahkannya untuk keluar dari kota dan berkata bahwa keberadaannya tidak lagi diharapkan.

Beliau pun meninggalkan Naisabur hingga sampai di tanah lahirnya, Bukhara. Orang berbondong-bondong menyambutnya di gerbang kota dengan harta dan gula. Masyarakat biasa, penuntut ilmu, dan sebagian ahli hadist berkumpul di sana meninggalkan majelis ahli hadis lain sehingga hal itu membuat panas hati sebagian orang.

Tetapi tidak berselang lama, ketenaran itu membuat murka penguasa Bukhara, di samping datangnya surat dari penguasa Naisabur bahwa Imam Bukhari harus segera diusir dari Bukhara sebagaimana beliau diusir sebelumnya dari Naisabur.

Utusan penguasa Bukhara sampai di depan rumah dan meminta Imam Bukhari untuk segera meninggalkan Kota. Perintahnya berbunyi “Sekarang juga” beliau harus keluar!.

Imam Bukhari bahkan tidak diberi waktu untuk sekedar mengumpulkan dan merapikan buku-bukunya. Beliau terpaksa keluar kemudian berkemah di perbatasan Kota selama tiga hari untuk merapikan buku-bukunya sedangkan beliau tidak tau entah mau pergi kemana.

Imam Bukhari akhirnya memutuskan berangkat ke arah Kota Samarkhan. Tidak sampai masuk ke Kota, beliau berbelok ke arah salah satu desa di sekitarnya, desa Kartank. Bertamu kepada sebagian kerabatnya di sana. Kali ini beliau ditemani oleh Ibrahim bin Ma’qil.

Tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Pengawal penguasa Samarkhan pun sampai di depan pintu rumah tempat Imam Bukhari bertamu.

Kali ini perintah dari penguasa Samakhan adalah: Imam Bukhari harus keluar dari Samarkhan dan desa-desa sekitarnya. Padahal saat itu adalah malam Idul Fitri. Sayangnya, beliau disuruh untuk keluar “Sekarang” bukan setelah Idul Fitri.

Imam Bukhari takut membuat masalah untuk kerabat yang sudah memuliakannya. Ibrahim bin Ma’qil merapikan buku beliau di salah satu tunggangan beliau dan menyiapkan tunggangan lainnya untuk Imam Bukhari. Ibrahim bin Ma’qil kembali ke rumah, barulah Imam Bukhari keluar dalam keadaan terpaksa. Keduanya berjalan menuju tunggangan.

Setelah 20 langkah, Imam Bukhari merasakan letih yang amat sangat. Beliau meminta Ibnu Ma’qil menunggunya sebentar untuk beristirahat. Imam Bukhari duduk di tepi jalan kemudian tertidur. Beberapa menit setelahnya, ketika Ibnu Ma’qil ingin membangunkan beliau, ternyata ruh beliau sudah diangkat ke sisi Allah. Rahimahullah.

Imam Bukhari wafat di tepi jalan pada malam Idul Fitri, 1 Syawal 256 H. Dalam keadaan terusir dari satu kota ke kota lain di usia tuanya, 62 tahun.

Namun, sejarah menjadi saksi,bahwa tidak ada yang mengenali nama penguasa Naisabur, Bukhara, dan Samarkhan ketika itu. Tetapi semua kenal dengan Imam Bukhari.

Refleksi tentang Imam Bukhori

Bagi penulis, nama Imam Bukhori punya sejarah tersendiri. Ia adalah mata air perjalanan mendidik anak-anak penulis. Di Jatinangor, Sumedang, yang saat ini dikenal sebagai kawasan pendidikan tinggi dan miniatur Kawasan Nusantara, berdiri: Unpad, IKOPIN, IPDN, dan Unwim. Berdiri sejak 1997, sebuah sekolah islam terpadu perintis di Bandung Timur, namanya SDIT Imam Bukhori. Anakku, yang kedua, perempuan kelahiran 1991 adalah alumni angkatan pertama. Sedangkan adiknya,laki-laki kelahiran 1993, angkatan ke-4.Kini, di tahun 2025, cucuku menjadi murid disana. Sebagai bentuk penghormatan atas sekolah tersebut, anakku tadi memberi nama anaknya M. YAHYA AL BUKHORI.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 16 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius