PROYEK GAPURA: Filantropi Singapura Mendukung Pelestarian Budaya Sunda
Terasjabar.co – Di tengah arus globalisasi dan transformasi digital, pelestarian kebudayaan menjadi semakin penting untuk menjaga jati diri dan keberlanjutan memori kolektif lintas generasi. Dalam upaya pelestarian budaya dengan memanfaatkan sarana teknologi mutakhir, Pusat Studi Sunda (PSS), sebagai lembaga yang bergerak dalam pengkajian, pendokumentasian, dan pelestarian kebudayaan Sunda dan Nusantara, bersama Aryadhara Foundation Limited telah melakukan penandatanganan Master Service of Agreement (MSA).
Kegiatan ini berlangsung di Kantor Universiteit Leiden/KITLV-Jakarta, Jl. H. R. Rasuna Said Kav. S-3, Jakarta. Selasa, 16/12/2025.
Perjanjian antara kedua pihak ini, meresmikan kolaborasi strategis PSS dan Aryadhara dalam pengembangan Gapura Project: sebuah inisiatif pionir pelestarian budaya, yang memanfaatkan teknologi Web3, tokensiasi NFT RWA-ESG, serta pendanaan budaya berbasis komunitas. Dalam perjanjian tersebut, tupoksi kedua pihak telah dibagi secara jelas.
Aryadhara Foundation akan mengembangkan dan mengoperasikan Aryadhara Tokenization Platform (Aryadhara.com), sebuah sarana digital berbasis blockchain, dirancang untuk menerbitkan, mengelola, dan mendistribusikan Cultural NFT Art Series dan NFT Donation Tokens. Menerapkan sistem smart contract, menjamin transparansi royalti dan alokasi dana secara on-chain. Sedangkan peran PSS sebagai lembaga yang fokus pada pengkajian budaya melakukan kurasi konten, tema, lisensi, serta mengelola keterlibatan komunitas pada seluruh aset budaya yang tercakup dalam proyek tersebut.

Tokenisasi NFT RWA-ESG, disepakati jadi mekanisme pendanaan utama. Bertujuan untuk mendukung keberlanjutan jangka panjang misi kebudayaan platform digital Gapura (Gapura.org), yang dikembangkan dan dioperasikan secara independen oleh Dunia Pustaka Jaya (DPJ). Model pendanaan ini disinyalir akan menandai pergeseran secara signifikan pada lanskap pendanaan kebudayaan di Indonesia.
Pasalnya, dengan mentransformasikan aset budaya jadi instrumen digital regeneratif, dapat memungkinkan partisipasi global, menciptakan pendapatan yang tansparan dan terverifikasi, mendukung transformasi digital pengetahuan lokal, sekaligus menopang kebutuhan operasional dan pengembangan platform tersebut.
Penandatangan antara kedua pihak dilakukan oleh Burhanuddin Abdullah (Ketua PSS) dan Kenneth V.C. Mau (CEO Aryadhara Foundation).
Burhanuddin Abdullah menegaskan bahwa, “Gapura Project merepresentasikan babak baru pelestarian budaya Sunda. Di mana komunitas, tradisi, dan teknologi bergerak serentak.”
Senada dengan Burhanuddin Abdullah, Kenneth V. C. Mau mengatakan, “Perjanjian ini menandai lahirnya arsitektur pendanaan kebudayaan baru di Asia Tenggara. Dengan menggabungkan warisan budaya Sunda dan tokenisasi Web3 yang selaras dengan prinsip ESG, kami membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berkembang menjadi ekosistem digital berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi komunitas, kreator, dan institusi kebudayaan”.
Pada kesempatan itu pun diresmikan peluncuran KAGANGA Cultural NFT Art Series dengan empat fase kurasi yang dikembangkan PSS. Menyimbolkan aksara Sunda, filsafat Sunda, ekspresi budaya berbasis AR/3D, dan tema warisan lintas budaya. Nantinya, seluruh hasil penjualan dan donasi NFT akan disalurkan secara transparan guna mendukung kebutuhan operasional Gapura, dengan pembagian royalti berbasis smart contract kepada PSS, DPJ (operator platform), Aryadhara Foundation, serta community-governed DAO untuk hibah kebudayaan.
Kolaborasi antara PSS dan Aryadhara Foundation menjadi salah satu inisiatif pertama di Indonesia, dan Asia Tenggara yang menerapkan tokenisasi NFT RWA-ESG untuk regenerasi kebudayaan, sekaligus menetapkan tolok ukur bagi ekosistem warisan digital budaya yang berkelanjutan. Peluncuran secara publik fase pertama KAGANGA NFT Art Series akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang melalui Aryadhara.com.
Kegiatan ini menandai babak baru model preservasi warisan budaya Sunda, langkah awal kerja sama lintas negara, serta penegasan komitmen bersama antara PSS, PBS Unpad, UBL, dan Aryadhara, atas upaya pelestarian, pengembagan, serta pemanfaaatan khazanah budaya Sunda dan warisan intelektual Nusantara untuk khalayak luas.






Leave a Reply