Komitmen DPRD Kota Bandung Awasi Penguatan Budaya Sunda

Terasjabar.co – Belum lama ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung meraih Anugerah Program Terpuji detikJabar Awards 2023 kategori Pemajuan Budaya Lokal.

Penghargaan ini diberikan bukan tanpa alasan, keseriusan DPRD Kota Bandung dalam mendukung budaya lokal terlihat nyata dari pembentukan Perda Pemajuan Budaya Lokal menjadi Penguatan Budaya Lokal.

DPRD Kota Bandung mampu mendorong budaya lokal di Kota Bandung agar dapat diterapkan dalam pelajaran sekolah atau diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak dan generasi muda.

Perda tersebut mengkolaborasikan manuskrip, tradisi lisan, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional, dan yang terakhir cagar budaya.

Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan menjelaskan, alasan DPRD mensahkan Perda ini tak hanya berangkat dari keresahan, namun para anggota dewan melaksanakan kewajiban pemajuan kebudayaan secara utuh untuk kesejahteraan masyarakat sekaligus untuk pelestarian seni dan budaya.

Kebijakan tersebut mengaplikasikan perintah dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Maka DPRD Kota Bandung mendukung upaya pemajuan kebudayaan dengan upaya melestarikan budaya Sunda. Pembentukan Perda Pemajuan Kebudayaan sebenarnya memperkuat beberapa Perda yang lebih dahulu ada dan mengatur pelestarian seni tradisional. Sebab seni dan budaya merupakan modal yang besar bagi upaya pengembangan kepariwisataan yang pemanfaatannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan diarahkan untuk menumbuhkan jati diri bangsa,” kata Tedy, Kamis (29/6/2023).

Ia juga menceritakan beberapa upaya DPRD Kota Bandung dalam mendukung pelestarian budaya. Para anggota Dewan punya event yang rutin ditampilkan di lingkungan DPRD Kota Bandung, salah satunya kesenian Sunda pada hari Kamis. Penampilan kesenian tersebut untuk menyambut tamu-tamu dari DPRD Kota/Kabupaten lain, atau dari tamu lainnya dari Kementerian dan Lembaga.

“Penampilan tersebut juga didukung dengan mengenalkan makanan khas, seperti bajigur dan penganan lainnya. Selain itu kami tetap berlangganan media yang berbahasa Sunda, seperti Majalah Mangle. Saat rapat paripurna Hari Jadi Kota Bandung, kami pasti menggunakan pakaian adat Sunda,” ceritanya.

Tedy menyadari adanya fenomena mulai ditinggalkannya bahasa Sunda oleh masyarakat terutama generasi muda. Ia pun mengaku prihatin soal hal ini. Maka pihaknya saat ini lebih gencar soal pengawasan penerapan Mulok Bahasa Sunda di tiap sekolah.

“Melihat kondisi tersebut kami prihatin, generasi muda kurang tertarik menggunakan bahasa Ibunya, padahal setiap tahun kita memperingati bahasa ibu. Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Kota Bandung. Saat ini pendidikan bahasa dan budaya Sunda sebagai muatan lokal sudah berjalan, tapi perlu dipastikan agar terus ditingkatkan. Perlu dipastikan penerapannya minimal di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Masih kata Tedy, DPRD Kota Bandung selain terus mengawasi soal isu masyarakat yang sedang hangat, juga terus fokus pada pelestarian Budaya Sunda yang dari segi produk hukum dianggap cukup memadai.

Ia mendorong Wali Kota agar segera menerbitkan peraturan pelaksanaan dari Perda Pemajuan Kebudayaan tersebut dan mendukung Pemerintah Kota Bandung untuk dapat menganggarkan secara memadai untuk mendukung upaya pelestarian kebudayan Sunda.

“Itu sebagai upaya perlindungan hukum yang diberikan oleh Pemerintah, agar dinamika kebudayaan Sunda mampu memberikan keharmonisan dan kesejahteraan kepada masyarakat kota Bandun, agar budaya yang kita miliki tidak mudah diklaim oleh negara lain,” tuturnya.

Terakhir, Tedy berharap para anggota Dewan dapat bersinergi dengan Pemkot Bandung, semangat menjaga pelestarian budaya Sunda.

“Penghargaan kemarin adalah suatu anugerah dan menjadi pendorong semangat untuk lebih meningkatkan upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan khususnya Budaya Sunda. DPRD Kota Bandung mendorong budaya lokal di Kota Bandung harus diterapkan dalam pelajaran sekolah atau diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak atau generasi muda,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *