Soroti Masalah Tenaga Kerja Hingga Infrastruktur, Zulkifly Chaniago Serap Aspirasi Warga Wantilan
Terasjabar.co -Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, H. Zulkifly Chaniago, BE., menyerap langsung beragam keluhan warga Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, dalam kegiatan Reses Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar di aula desa setempat.
Sedikitnya 120 warga hadir menyampaikan aspirasi terkait tenaga kerja, infrastruktur, fasilitas pendidikan, hingga kondisi balai musyawarah.
Kegiatan reses turut dihadiri Anggota DPRD Subang H. Anharudin, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, media, serta perangkat desa.
Aturan tinggi badan pabrik dikeluhkan warga
Isu ketenagakerjaan menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Warga mengeluhkan banyak pabrik di wilayah Cipeundeuy yang beroperasi di Subang, tetapi lebih banyak merekrut pekerja dari luar daerah.
Zulkifly menilai kondisi ini harus dikembalikan pada prinsip kearifan lokal. “Usahanya ada di sini, fasilitas di sini, tapi pekerjanya dari sana? Potensi lokal dulu yang harus dimaksimalkan,” tegasnya.

Jika masalah terletak pada keterampilan, ia meminta pemerintah dan perusahaan membuka ruang pelatihan. “Dulu juga tidak semua langsung ahli. Dilatih dulu sampai terampil,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 04, Ujang Karsita, yang menyebut banyak warga gagal bekerja karena syarat tinggi badan minimal 156 cm. “Warga kami banyak yang tingginya 150–153 cm. Selisih 1 cm saja ditolak. Ini yang mohon diperjuangkan,” ujarnya.
Jalan, TPT, hingga fasilitas desa butuh perhatian
Selain persoalan tenaga kerja, warga Wantilan juga meminta perbaikan jalan lingkungan sepanjang 800 meter serta pembangunan talud (TPT) sepanjang 30 meter.
Ujang menegaskan bahwa kedua infrastruktur tersebut kondisinya mendesak untuk segera diperbaiki. Masalah fasilitas desa juga mengemuka. Dua pos ronda belum direhabilitasi, sedangkan Balai Musyawarah dua lantai yang dibangun 15 tahun lalu masih belum tersentuh perbaikan, terutama pada lantai atas.
Aspirasi akan dibawa ke Paripurna
Menanggapi berbagai keluhan warga, Zulkifly memastikan bahwa seluruh catatan reses akan ditindaklanjuti secara formal.
“Setelah reses pasti ada laporan. Semua aspirasi akan kami sampaikan pada Rapat Paripurna. Mana yang paling urgen dan aktual akan kami prioritaskan,” ujarnya.
Ia menyebut persoalan Subang selaras dengan banyak daerah lain di Jawa Barat, di mana isu ekonomi, akses kerja, dan infrastruktur menjadi keluhan yang paling dominan.
Terkait penutupan sejumlah lokasi tambang sebagai dampak Pergub No. 11 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan, Zulkifly juga menyoroti dampaknya bagi masyarakat.
“Sekarang banyak tambang yang ditutup. Dampaknya jelas terasa pada para pekerja dan keluarganya. Mudah-mudahan pemerintah menemukan solusi terbaik,” tutupnya.






Leave a Reply