Merawat Umat dengan Cinta: Dari Kemenag untuk Pesantren dan Kehidupan

Terasjabar.co – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat terus meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan layanan keagamaan yang berorientasi pada kemanusiaan, kedekatan, dan kasih sayang. Melalui kegiatan Silaturahmi dan Sosialisasi Layanan Cinta, Kanwil Kemenag Jabar menggelar penutupan rangkaian kegiatan Layanan Cinta di Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah Cicalengka, Kabupaten Bandung, Senin (20/10/2025).

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tokoh keagamaan Jawa Barat, di antaranya: Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah KH. Rif’at Aby Syahid, M.Pd.I., Kepala Bidang Urais dan Binsyar Ohan Burhan, Kepala Bidang Penaiszawa, Kepala Kankemenag Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi, Ketua dan Pengurus BP4 Provinsi Jawa Barat, pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) atau yang mewakili, serta para Kepala KUA se-Bandung Raya.

Dalam sambutannya, Kabid Urais dan Binsyar, Dr. H. Ohan Burhan, M.Pd. menegaskan bahwa Layanan Cinta bukan sekadar jargon kelembagaan, tetapi sebuah gerakan moral untuk mengembalikan makna pelayanan publik berbasis nilai spiritual.

“Layanan Cinta adalah jalan kita untuk mengembalikan esensi pelayanan agama: penuh kasih, dekat dengan masyarakat, dan membawa maslahat bagi umat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena sosial yang memerlukan perhatian serius, khususnya tingginya angka perceraian di Jawa Barat. Berdasarkan data Pengadilan Agama, terdapat 88.842 kasus perceraian sepanjang tahun 2024, menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan angka perceraian tertinggi di Indonesia. Kabupaten Bandung bahkan menduduki peringkat kedua tertinggi di Jawa Barat.

“Tingginya angka perceraian ini harus menjadi refleksi bersama. Melalui BP4 dan para penyuluh agama, kita ingin hadir dengan pendekatan edukatif dan spiritual, agar keluarga kembali dikuatkan dengan cinta, sabar, dan nilai-nilai agama,” tambahnya.

Menurut Ohan, Layanan Cinta juga mencakup dimensi kehidupan keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat pesantren, di mana semangat pelayanan keagamaan perlu diwarnai kelembutan dan empati.

Masih pada kesempatannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si. menegaskan bahwa Layanan Cinta adalah paradigma kerja baru yang berakar pada spiritualitas dan kemanusiaan.

“Cinta itu bukan kata yang romantis, tapi cara bekerja. ASN Kemenag harus bekerja dengan hati, menghadirkan layanan yang Cepat, Inovatif, Nyaman, Transparan, dan Akuntabel, itulah makna CINTA sesungguhnya,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Layanan Cinta memiliki makna luas: mencakup pelayanan untuk keluarga, pendidikan, pesantren, dan kehidupan umat secara menyeluruh. Dalam konteks pendidikan keagamaan, pesantren menjadi rumah cinta yang melahirkan generasi berakhlak dan berilmu.

“Pesantren adalah laboratorium cinta. Di sini nilai-nilai kasih, kesabaran, dan pengabdian hidup setiap hari. Kemenag hadir bukan hanya untuk mengurus administrasi, tapi juga untuk merawat kehidupan rohani umat melalui pendidikan dan pembinaan moral,” ujarnya dengan hangat.

Dudu Rohman juga mengapresiasi kiprah Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah yang selama lebih dari lima dekade konsisten melahirkan generasi Qurani.

“Al-Falah adalah contoh nyata bagaimana cinta bekerja dalam pendidikan. Dari tempat sederhana, kini tumbuh menjadi pesantren besar dengan ribuan santri dan perguruan tinggi. Ini bukti cinta yang dirawat dengan istiqamah,” tuturnya.

Sebagai tuan rumah, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, KH. Rif’at Aby Syahid, M.Pd.I, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kakanwil dan jajaran Kemenag Jabar. Ia menceritakan perjalanan panjang pesantren yang kini menampung lebih dari 3.000 santri.

“Kami memulai dengan tiga santri dan satu rumah kecil 6×10 meter. Semua tumbuh karena cinta, cinta kepada ilmu, cinta kepada Al-Qur’an, dan cinta kepada umat. Dan hari ini, kehadiran Layanan Cinta dari Kemenag menjadi penguat bagi semangat kami,” tuturnya.

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada sejumlah masjid dan siswa madrasah kurang mampu. Bantuan diberikan sebagai wujud nyata Layanan Cinta yang tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan dalam keberpihakan kepada masyarakat.

Bantuan yang disalurkan antara lain:

  1. Masjid Al-Bariyah (Kec. Kertasari) dan Masjid Al-Ikhlas (Kecamatan Nagreg) Kabupaten Bandung masing-masing sebesar Rp 15.000.000.
  2. Masjid Daarul Muqorrobin (Bandung Kulon), Masjid Al-Qomar (Bojongloa Kidul), Masjid Al-Amanah, dan Masjid Al-Khoeriyah (Buah Batu) Kota Bandung masing-masing sebesar Rp 50.000.000.
  3. Beasiswa bagi siswa madrasah kurang mampu diberikan untuk Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Cimahi dengan total Rp 33.000.000.

Acara diakhiri dengan doa bersama dan penegasan pesan moral dari Kakanwil agar seluruh ASN Kemenag menumbuhkan budaya kerja yang dilandasi cinta.

“Cinta adalah sumber energi pelayanan. Jika bekerja dengan cinta, maka setiap tugas menjadi ibadah, setiap tantangan menjadi ladang pahala. Inilah wajah baru Kemenag Jawa Barat,” tutup H. Dudu Rohman.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − three =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam