Kakanwil Kemenag Jabar dan Ketua BP4 Jabar Kukuhkan Pengurus BP4 Empat Daerah di Bandung Raya
Terasjabar.co – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si. didampingi Ketua Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Jawa Barat Prof. Dr. H. Encup Supriatna, M.Si. secara resmi mengukuhkan pengurus BP4 dari empat wilayah di Bandung Raya, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat, bertempat di Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Senin (20/10/2025).
Acara tersebut turut dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah KH. Rif’at Aby Syahid, M.Pd.I., Kepala Bidang Urais dan Binsyar Dr. H. Ohan Burhan, M.Pd., Kepala Bidang Penaiszawa H. Jajang Apipudin, M.Ag., Kepala Kemenag Kabupaten Bandung, Plt. Kepala Kemenag Kota Bandung, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung Barat, dan Kepala Kemenag Kota Cimahi, pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Kepala KUA se-Bandung Raya.
Selain itu turut hadir juga jajaran pengurus BP4 Provinsi Jawa Barat, di antaranya Prof. Dr. Hj. Lilis Sulastri, S.A., MM., CPHRM., CHRA., Dr. H. Kadar Nurjaman, SE., MM., Dr. H. Faizal Pikri, M.Ag., dan H. Irwandi, S.Sos., SE., M.Ag.
Dalam keterangannya kepada Terasjabar.co, Ketua BP4 Provinsi Jawa Barat Prof. Dr. H. Encup Supriatna, M.Si. menegaskan bahwa pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran BP4 di tingkat daerah.
Menurutnya, BP4 berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam pembinaan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah yang menjadi pondasi ketahanan sosial masyarakat.
“BP4 hadir bukan hanya untuk menangani persoalan rumah tangga, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan sosial dalam membina keluarga,” ujar Prof. Encup.
Ia menambahkan, sinergi antara BP4 provinsi dan kabupaten/kota sangat penting untuk menjawab tantangan sosial modern seperti meningkatnya angka perceraian, lemahnya komunikasi keluarga, serta krisis nilai-nilai moral di tengah arus globalisasi.
“Melalui BP4, kita ingin menghadirkan solusi dan keteladanan. Keluarga yang harmonis adalah kunci terwujudnya masyarakat yang kuat dan beradab,” tutup Prof. Encup.

Seperti diketahui, Jawa Barat merupakan Provinsi dengan tingkat perceraian tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Pengadilan Agama Bandung, terdapat 88.842 kasus perceraian sepanjang tahun 2024. Kabupaten Indramayu merupakan daerah dengan tingkat perceraian tertinggi di Jawa Barat disusul Kabupaten Bandung di peringkat kedua.
Oleh karena itu, usai dikukuhkan, para pengurus BP4 empat daerah di Bandung Raya diharapkan segera bergerak melaksanakan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Program prioritas yang akan dijalankan meliputi bimbingan perkawinan (bimwin), mediasi dan konseling keluarga, serta pelatihan konselor perkawinan berbasis masjid dan pesantren.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga serta mencegah munculnya persoalan sosial akibat lemahnya pondasi rumah tangga.
Acara pengukuhan ditutup dengan doa bersama serta penyerahan simbolis SK Kepengurusan BP4 kepada masing-masing ketua kabupaten/kota.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa kental sepanjang kegiatan, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam memperkuat institusi keluarga di tengah tantangan zaman.






Leave a Reply