Janji Rumah, Suara Rakyat

Oleh:
Ummu Fahhala, S. Pd.
(Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi)

Terasjabar.co – Di sebuah desa kecil di Jawa Barat, seorang ibu duduk di beranda rumah kontrakan yang sempit. Namanya Ibu Nani. Sore itu ia menatap anak-anaknya yang berlari di halaman tanah becek. Senyumnya tipis, meski hatinya gelisah.

“Bu, kapan kita punya rumah sendiri?” tanya si bungsu dengan polos.

Pertanyaan itu seperti panah. Hatinya tercekat. Rumah—sesuatu yang seharusnya sederhana—telah menjadi mimpi yang sulit digapai.

Beberapa hari lalu, televisi menayangkan kabar gembira. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pembangunan 100 ribu rumah subsidi melalui program Imah Merenah Hirup Tumaninah. Janjinya indah: rumah layak, hidup tenang. Banyak warga bertepuk tangan. Ibu Nani pun ikut tersenyum tipis, seakan ada harapan baru.

Namun, bisikan tetangga membuatnya bimbang.

“Subsidi itu bukan untuk kita, Bu. Harganya tetap ratusan juta. Syaratnya pun banyak, harus punya slip gaji, NPWP, SPT. Kita yang serabutan ini mana mungkin bisa masuk?”

Ibu Nani terdiam. Senyumnya kembali pudar.

Fakta menunjukkan backlog perumahan kian parah. Data BPS mencatat, pada 2025 jumlahnya tembus 15 juta unit, naik tajam dari tahun sebelumnya. Rumah subsidi yang dijanjikan justru semakin kecil ukurannya, bahkan ada yang hanya 14 m² dengan harga Rp 110 juta. Fantastis bagi rakyat miskin!

Seorang pakar tata kota, Nirwono Joga, pernah mengingatkan: “Program perumahan subsidi kerap gagal menjawab akar persoalan. Fokusnya hanya mengejar angka, bukan kualitas tata ruang.” Ucapannya benar adanya. Proyek yang ambisius sering kali mengorbankan lingkungan, merampas ruang hidup rakyat, dan menjadikan rumah sekadar komoditas.

Dialog di Warung Kopi

Malam itu, di sebuah warung kopi sederhana, beberapa bapak berbincang.

“Katanya rumah subsidi buat rakyat. Tapi kita ini rakyat, kok tetap tak bisa beli?” ujar Pak Jaya, buruh pabrik yang baru kena PHK.

“Betul. Harga tanah melambung karena dikuasai korporasi. Banyak rumah kosong cuma jadi investasi. Sementara kita terjepit di kontrakan sempit,” sambung Pak Dedi, tukang ojek.

Mereka terdiam sejenak. Lalu salah satu berkata lirih, “Kalau negara sungguh mengurus rakyat, seharusnya rumah itu hak, bukan mimpi.”

Kalimat itu membuat semua mata berkaca-kaca.

Benang Kusut Kapitalisme

Masalah perumahan ibarat benang kusut. Selama sistem kapitalisme yang dijalankan, rumah tak pernah dipandang sebagai kebutuhan dasar manusia. Ia hanya barang dagangan. Negara pun lebih berperan sebagai regulator untuk pengembang, bukan pelindung bagi rakyat. Desentralisasi memperparah keadaan, karena daerah miskin tak mampu membangun rumah rakyat.

Akibatnya, janji rumah layak hanya jadi fatamorgana. Rakyat kecil seperti Ibu Nani dan Pak Jaya tetap terpinggirkan.

Jalan Terang Islam

Namun sejarah pernah mencatat. Di masa Rasulullah saw., negara hadir langsung mengurusi kebutuhan umat. Beliau memastikan setiap keluarga memiliki tempat tinggal yang layak. Tidak ada syarat rumit, tidak ada beban biaya yang mencekik.

Islam menempatkan negara sebagai raa’in (pengurus rakyat) dan junnah (pelindung rakyat). Negara menyediakan rumah melalui kas Baitul Mal, dari pos fai’, kharaj, hingga kepemilikan umum. Jika masih kurang, negara menarik pajak sementara dari orang kaya, bukan membebani rakyat miskin.

Swasta boleh membantu, tetapi tidak menjadi pengelola utama. Lahan tidur yang ditelantarkan korporasi wajib ditarik kembali untuk kepentingan rakyat. Dengan begitu, rumah bukan lagi sekadar impian, melainkan hak yang diwujudkan.

Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berlaku ihsan dalam segala hal.” (HR Muslim). Prinsip ihsan inilah yang seharusnya menjadi dasar pengelolaan perumahan: aturan sederhana, pelayanan cepat, dan amanah.

Harapan Baru

Di beranda rumah kontrakan itu, Ibu Nani kembali memeluk anaknya. Ia berbisik, “Nak, kita berdoa. Suatu hari, akan ada pemimpin yang benar-benar peduli. Rumah bukan lagi mimpi, tapi kenyataan untuk setiap keluarga.”

Matanya berkaca-kaca. Hatinya yakin, janji Allah jauh lebih pasti daripada janji manusia. Sebab, hanya dengan sistem yang berpihak pada rakyat dan berlandaskan kebenaran, benang kusut perumahan bisa terurai.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine − 6 =

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global