DARI TITIK NOL ZELFBESTUUR (1916) ISLAM: Dari “Kumeok Memeh di Pacok” ke “Ngahudangkeun Maung Sare”

Terasjabar.co – “Ngahudangkeun deui maung sare”. Inilah hikmah digelarnya Diskusi & Bedah Buku ‘Titik Nol: Zelfbestuur (Kehendak Berpemerintahan Sendiri) 1916, karya Nunu A Hamijaya, dkk yang ditulis sepuluh tahun yang lalu. Yang dimaksud dengan ‘maung’ sebagai sosok hewan iconik di Tatar Sunda, karena merujuk kepada ‘nama Siliwangi’ dan singkatan “maung” manusia unggul pertama-tama ditujukan kepada sosok ‘maung (manusia unggul), Prof. Fuad Abdul Hamid, Ph.D. (Garut, 76 tahun). Ia adalah adik kandung H. Dahlan Abdul Hamid (mantan Dubes RI untuk Irak) yang juga kader pimpinan elit SEPMI/PSII di zamannya.

Publik selama ini hanya mengenalnya sebagai dosen UPI/IKIP Bandung yang pernah menduduki berbagai jabatan penting skala nasional dan ASEAN. Namun, lewat kehadirannya dalam diskusi, beliau adalah salah-seorang kader muda di zamannya,pernah menjabat Sekum PW SEPMI-Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (1969/70) dan kader yang ikut warawiri mempersiapkan pelaksanaan Majelis Tahkim ke-33 PSII di Majalaya (1972). Saat itu, kantor sekretariat PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia) di Jl. Asia Afrika 152. Namun, sejak menjadi dosen IKIP/UPI Bandung, ia memutuskan untuk fokus dalam dunia pendidikan tinggi.

Dalam perjalanannya ke Philipina, ia membawa serta buku Titiknol: Zelfbestuur (1916). Sepanjang bertugas sebagai narasumber di Filipina (29 Juni-4 Juni 2026, disela-sela rehatnya untuk membacanya sebagai bahan-bahan presentasi saat diskusi dan bedah buku tersebut yang diselengrakan SESMI (Serikat Sarjana Muslimin Indonesia) Jawa Barat pada 7 Juli 2026 di Kantor DPW SI Jawa Barat. Diskusi dan bedah buku dihadiri tokoh-tokoh senior SI Jawa Barat, seperti Dr. Nandang Koswara, H. Barna Somantri, Dr. Koko Komarudin, H. Adam Adhari, M.Ag., Bunda Dra. Hayati S. Kartadinata, Ust. Hasan Basri, Ust. Zaki Mubarok, Ibu Nisa Nurhayati, dan beberapa peserta lainnya.

Prof. Fuad A. Hamid, Ph.D. (Ketua Dewan Pakar IKA UPI) & Nunu A. Hamijaya (Penulis Buku Titik Nol: Zelfbestuur 1916) dalam Dikskusi dan Bedah Buku dengan Moderator H. Adam Adhari, S.Pd. M.Ag. (Sekum SI Jawa Barat)

Dalam presentasi pertama, narasumber Nunu A Hamijaya, menyampaikan topik: “5 Pola Politik Historiografi” yaitu : cacat logika sejarah, cacat sejarah,mitos sejarah, penghapusan sejarah, dan nativisme sejarah. yang sangat dirasakan sasarannya kepada Islam dan Umat Islam sejak era Hindia Belanda dan saat ini. Ada pertarungan politik dalam narasi intelektual sejarah Islam dalam kurikulum dan buku-buku teks termasuk buku-buku resmi terbitan pemerintah (P & K/Kemendiknas).

Salah-satunya adalah tentang peristiwa bersejarah, NATICO (National Congres) Central Sarekat Islam (CSI) di Bandung, 17-24 Juni 1916. Dalam momentum tersebut, di Alun-alun Bandung, tokoh islam HOS Tjokroaminoto berpidato tentang Zelfbestuur (Kehendak Berpemerintahan Sendiri) bagi pribumi di Hindia Belanda dengan ancaman pilihan antara “evolusi dan revolusi”? (baca naskah pidatonya, 1917 yang diterbitkan Pemerintahan Hindia Belanda). Inilah sejatinya, titiknol pernyataan proklamasi kemerdekaan awal mula dinyatakan secara terbuka di depan publik yang dihadiri dari perwakilan dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi bahkan Maluku. Narasi ini tidak akan ditemukan dalam buku-buku sejarah resmi di buku-buku teks sekolah dan perguruan tinggi serta ensiklopedia nasional.

Kedua, ‘ngahudangkeun maung sare’ melalui diskusi dan bedah buku tersebut,yaitu adanya kesadaran walaupun pahit rasanya, bahwa mentalitas umat islam saat ini seperti ‘kumeok memeh dipacok’. Suatu gambaran umat Islam di negeri ini sejak era Orde Baru bahkan hingga kini, saat membicarakan Islam politik, Ideologi Islam apalagi Islam bernegara, langsung umat bahkan elit-elit muslim menghindari pembahasannya. Demi menghindari tuduhan subversif, ekstrim kanan dan hingga stigma teroris.Pada gilirannya mereka lebih memilih Islam ritual ubudiyah saja, dengan pengharapan ketenangan, kenyamanan dan kedamaian individual dan stabilitas sosial politik.

Kehadiran Prof. Fuad Abdul Hamid dalam membahas buku tersebut semestinya menjadi amunisi dan bahan bakar bagi bagi kaum Syarikat Islam (SI/ PSII) untuk membangun persatuan dalam umat sebagai pemilik AKAR SEJARAH ISLAM politik di negeri ini. Harus berani menggugat sejarah yang sudah banyak penyimpangan dari alur cerita yang sebenarnya. Diharapkan mampu menyampaikannya dengan kemasan yang elegan, luwes (hajron Jamilan) disertai argumentasi, ilmiah dan akademis berdasarkan data dan fakta yang sulit dibantah.

Sehingga secara step by step umat tersadarkan, terbangun dari tidur pulasnya yang mereka berrmimpi indah’ dengan keyakinan padahal fatamorgana bahwa mereka akan masuk surga hanya dengan bekal ritual solat, puasa, zakat, haji/umroh, menyantuni anak yatim-piatu dan berakhlakul Karimah, kendati hukum dan sistem yang mengendalikannya bukan sistem dan hukum Islam.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”(Qs Al Baqarah: 212).

Sebuah proyek jangka panjang yang terukur indikator keberhasilannya yang diharapkan kedepan, kehadiran Gen Milenial dan Gen Z dalam acara bedah buku berikutnya untuk terus menerus meningkatkan literasi dan bedah sejarah yang original.Karena penggalian, pengkajian dan opini publik mengenai sejarah akan menentukan arah perjuangan dan ideologi politik sebuah bangsa kedepannya. Fakta sejarah yang sulit dibantah bahwa arus utama perjuangan (jihad) politik bangsa Nusantara adalah Islam, bukan kaum nasionalis sekuler dan kaum ekstrim kiri.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + sixteen =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam