MANUSIA DI TITIK NOL: Al Faqir Dihadapan Allah, Kaya Jangan Sombong!
Oleh:
Nunu A Hamijaya
(Sejarawan Publik)
Terasjabar.co – Al-Quran menyatakan bahwa manusia itu adalah sebuah bilangan angka yakni nol. Ini dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Fathir ayat 15, “Yaa ayyuhannasu antum ul-fuqara u ilallah. Wallahu huwalghaniy yul hamid, artinya “Wahai manusia kalian semuanya miskin memerlukan Allah dan Allah-lah yang Maha Kaya dan Maha Terpuji.” Dalam ayat tersebut Allah berfirman kepada manusia “Antumul fukara” atau “kamu miskin”.
Al-Quran menyatakan manusia bukan hanya fukara/miskin tapi ada penekanan bahasa tambahan kata UL di depan kata fukara. UL = AL, itu artinya manusia dinyatakan dengan kata AL-FUKARA menunjukkan bahwa manusia itu benar-benar miskin atau miskin sebenar-benarnya.
Miskin bisa diartikan tidak punya apa-apa. Tidak punya apa-apa bisa diartikan berarti kosong. Kosong bisa diartikan sama dengan angka nol. Ini terbukti saat manusia lahir dan saat meninggalkan dunia tidak membawa dan tidak memiliki apa-apa.
MALU Meminta-Minta Karena Miskin
Al-Quran menggambarkan kemiskinan dengan 10 kosa kata yang berbeda, yaitu al-maskanat (kemiskinan), al-faqr (kefakiran), al-‘ailat (mengalami kekurangan), al-ba‘sa (kesulitan hidup), al-imlaq (kekurangan harta), al-sail (peminta), al-mahrum (tidak berdaya), al-qani (kekurangan dan diam), almu‘tarr (yang perlu dibantu) dan al-dha‘if (lemah). Kesepuluh kosakata di atas menyandarkan pada satu arti/makna yaitu kemiskinan.
QS. Al-Balad ayat 16 yang menjelaskan makna miskin dalam Al-Quran. Ayat ini menjelaskan bahwa yang bernama miskin itu adalah orang yang tidak memiliki apa-apa, atau yang menurut bahasa seperti ucapan Ibnu Katsir, “Orang miskin itu adalah orang yang terlantar dan terbuang di jalan. Beliau mengartikan miskin sebagai orang yang tidak memiliki sesuatu yang dapat dibelanjakan (Ibn Katsir, 2004: 2181) bisa juga berarti orang yang berdiam diri di rumah saja dan enggan pergi meminta-mintakepada manusia.

Nabi SAW, bersabda: “Orang yang miskin bukanlah orang yang merasa telah cukup dengan satu atau dua buah kurma, atau sesuap atau dua suap makanan. Tetapi orang miskin adalah orang yang tidak meminta-minta dan menunjukan kemiskinannya kepada orang lain. Jika kalian mau, bacalah firman Allah: Mereka tidak meminta-minta kepada orang lain (H. R. Al-Bukhari).
Yang disebut orang miskin adalah orang yang tidak mendapat sesuatu yang mencukupinya, ia malu untuk meminta-minta kepada manusia, dan tidak ada orang yang tahu sehingga bisa bersedekah kepadanya (Imam Ahmad ibn Muhammad ibn Hanbal: 227).
Imam Syafi’I memberikan pengertian lebih jelas dalam membedakan fakir dan miskin. Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta yang mencukupi kehidupannya dan tidak memiliki mata pencaharian. Sedangkan miskin adalah orang yang memiliki harta dan mata pencaharian tapi tidak mencukupi ( Abd al Salam Hamdan dan Mahmud Hasyim, 2009: 320).
Jangan SOMBONG : Karakter QORUN
“Dia (Qarun) berkata, “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” (QS. al-Qasas: 78) “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS Luqman ayat 18). Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam bumi. (QS. Al-Qasas: 81)Rasulullah SAW bersabda, “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia” (HR. Muslim).






Leave a Reply