Haji: Ibadah yang Tak Terlupakan dan Kerinduan yang Selalu Ingin Kembali
Oleh:
Dr. H. Irwandi, S.Sos., SE., M.Ag.
Terasjabar.co – Haji bukan hanya sekadar perjalanan ibadah. Ia adalah perjalanan ruhani, perjalanan batin yang menyentuh relung terdalam hati setiap Muslim. Haji adalah pengalaman spiritual yang akan terpatri seumur hidup. Dan bagi saya, haji adalah ibadah yang tak akan pernah terlupakan.
Saat melaksanakan ibadah haji, saya tidak hanya menyaksikan kebesaran Allah melalui ritual-ritual suci, tetapi juga merasakan betapa kecilnya diri ini di hadapan-Nya. Dalam setiap langkah thawaf, dalam setiap lari-lari kecil di antara Shafa dan Marwah, dalam setiap lemparan jumrah, ada pelajaran tentang ketundukan, pengorbanan, dan pengharapan. Haji mengajarkan kesabaran, menghapus keangkuhan, dan menghadirkan air mata yang tidak dibuat-buat, lahir dari hati yang benar-benar rindu akan ampunan.
Yang membuat haji begitu membekas bukan hanya karena tempatnya yang suci, tapi juga karena suasananya yang berbeda. Di sana, waktu seolah berhenti. Dunia terasa sunyi meski dikelilingi jutaan manusia. Tak ada hiruk pikuk ambisi duniawi. Semua orang sama, mengenakan pakaian yang seragam, bersujud dalam kerendahan yang sama. Di sana kita benar-benar kembali ke fitrah, menjadi manusia seutuhnya: hamba Allah yang berserah.
Namun, yang paling terasa setelah haji adalah kerinduan. Rindu pada panggilan adzan dari Masjidil Haram yang menggetarkan hati. Rindu pada aroma Tanah Suci yang tak tergantikan. Rindu pada malam-malam munajat di depan Ka’bah, dan langkah-langkah kaki menyusuri jejak para nabi dan sahabat. Rindu itu tumbuh bukan hanya karena keindahan tempatnya, tetapi karena kedekatan kita dengan Sang Pencipta selama di sana.
Setelah pulang, setiap suara adzan terasa mengingatkan pada Masjidil Haram. Setiap takbir mengalun membawa kenangan Arafah. Setiap langkah menuju masjid pun kini membawa nuansa berbeda. Haji telah mengubah cara pandang, membentuk kedewasaan spiritual, dan membangkitkan satu tekad: ingin kembali.
Semoga Allah SWT memberi kita kesempatan dan kemampuan untuk kembali ke Tanah Suci. Karena di sanalah hati ini merasa paling dekat dengan-Nya. Dan di sanalah, haji menjadi ibadah yang tak terlupakan dan selalu dirindukan.






Leave a Reply