Hutan Garut Gundul, Warga Mengadu ke Gubernur
Oleh:
Dedi Asikin
Terasjabar.co – Sejumlah warga dari wilayah selatan Kabupaten Garut, seperti Talegong, Cibalong, dan Cikelet, mengungkapkan kegelisahan mereka kepada Gubernur Jawa Barat yang baru, Dedi Mulyadi. Mereka melaporkan bahwa hutan di wilayah mereka tidak sekadar rusak, tetapi telah habis, gundul tanpa sisa.
Laporan ini pun disambut serius oleh Gubernur Dedi Mulyadi, yang mengakui bahwa permasalahan ini bukan hal baru. “Gunung saja tinggal congcotnya,” ujarnya, menegaskan kondisi kritis hutan di kawasan selatan Jawa Barat.
Masalah deforestasi di daerah ini sejatinya sudah lama menjadi perhatian, termasuk oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Solihin GP. Almarhum Solihin GP, yang akrab disapa Mang Ihin, pernah berpesan tiga hal dalam menjaga lingkungan hidup: Leuweung ulah ruksak (hutan jangan rusak), cai ulah saat (air jangan surut), dan rakyat ulah balangsak (rakyat jangan sengsara). Sayangnya, pesan tersebut seakan tak digubris, sehingga dampak kerusakan hutan kian terasa, dari banjir, tanah longsor, hingga bencana ekologi lainnya.
Tidak hanya peringatan dari para tokoh, perintah menjaga lingkungan juga jelas termaktub dalam ajaran agama. Seperti dalam Al-Qur’an surah Ar-Rum ayat 41, yang menegaskan bahwa kerusakan di darat dan laut adalah akibat perbuatan manusia, dan Tuhan menghendaki agar mereka merasakan akibatnya sebagai pengingat untuk kembali ke jalan yang benar.
Menanggapi permasalahan ini, Dedi Mulyadi berjanji akan merehabilitasi hutan yang telah rusak parah. Namun, di tengah sorotan terhadap kebijakan lingkungannya, Dedi dikabarkan tengah melakukan retreat di Magelang. Hal ini pun memicu berbagai tanggapan, salah satunya dari kelompok diskusi yang menyebut retreat tersebut sebagai strategi ala domba Garut, mundur sejenak sebelum maju melabrak lawan.
Warga pun kini menantikan langkah konkret pemerintah dalam menyelamatkan hutan yang telah gundul. Rehabilitasi dan kebijakan lingkungan yang tegas diharapkan bisa mengembalikan keseimbangan alam dan mencegah bencana yang lebih besar di masa depan.





Leave a Reply