Zulkifly menyatakan bahwa masih banyak ruas jalan, jembatan, dan fasilitas publik di beberapa daerah Jawa Barat yang kondisinya memprihatinkan. Infrastruktur yang buruk tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat tetapi juga berdampak negatif pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian lokal.
“Investasi pada infrastruktur bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang membuka akses dan peluang bagi masyarakat. Infrastruktur yang baik akan meningkatkan produktivitas, akses pendidikan, serta memudahkan distribusi barang dan jasa,” ujar Zulkifly kepada Terasjabar.co, Kamis (5/12/2024).
Menurut Politisi Partai Demokrat ini, peningkatan anggaran untuk sektor infrastruktur harus menjadi perhatian serius, mengingat potensi kerusakan infrastruktur yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat. Hal ini juga berhubungan dengan upaya menciptakan kesejahteraan serta daya saing daerah dalam skala nasional maupun internasional.
Zulkifly juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan proyek-proyek infrastruktur. Pengawasan yang ketat dan transparan diperlukan untuk memastikan anggaran digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
“Proses perbaikan harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan semua pihak. Kami ingin memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar berdampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, Zulkifly menyarankan agar pemerintah daerah memprioritaskan proyek infrastruktur berdasarkan kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan jalan utama, jembatan penghubung, dan fasilitas pendidikan serta kesehatan.
“Dengan infrastruktur yang baik, mobilitas masyarakat akan lebih lancar, akses pendidikan akan lebih terbuka, dan perekonomian lokal dapat berkembang lebih pesat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Jawa Barat yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Zulkifly.
Leave a Reply