Pansus I DPRD Jabar Kritisi Masalah Pendataan DTKS

Terasjabar.co – Pansus I DPRD Provinsi Jawa Barat mengkritisi masalah pendataan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang kerap bermasalah dalam pembahasan LJPK Gubernur Jawa Barat tahun anggaran 2022.

Hal tersebut disampaikan oleh Pansus I DPRD Provinsi Jawa Barat saat rapat koordinasi dengan Dinas Sosial, Kamis (27/4/2023)

Ketua Pansus I DPRD Jabar, Jajang Rohana, mengatakan DTKS kerap menjadi masalah ketika ada bantuan dari pemerintah. Masalah tersebut biasanya berkaitan dengan adanya orang miskin tidak masuk data, sehingga tidak mendapat bantuan.

Di samping itu, masih terdapat juga orang yang sudah mampu namun masih tercatat dalam DTKS sehingga terus mendapat bantuan dari pemerintah.

“Data DTKS ini harus diperbaiki. Kalau datanya salah, maka akan berpengaruh terhadap banyak hal, baik itu proses penyaluran bantuan, termasuk perencanaan program OPD,” tutur Jajang.

Seharusnya, Dinas Sosial berani untuk memperbaiki data DTKS yang banyak bermasalah tersebut, supaya kedepan ada perbaikan dan penyelesaian masalah di lapangan, terutama kemiskinan.

“Jangan takut mengubah data. Mungkin angka kemiskinan nantinya akan bertambah jika data DTKS diubah, tapi itu justru akan membuat program dan rencana penyelesaian disesuaikan dengan data yang ada,” paparnya.

Pada prinsipnya, pihaknya menginginkan ada perbaikan yang menuju arah lebih baik di Jawa Barat. Terlebih masalah kesejahteraan sosial merupakan hal yang penting untuk proses pembangunan kedepan.

“Dinsos memang targetnya tercapai, karena targetnya segitu berdasarkan data yang itu. Makanya harus diubah, supaya kedepan program yang dibuat benar-benar bisa menyelesaikan masalah,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − six =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data