DPRD Jabar: Warga Belum Paham Alasan Pindah ke TV Digital, Sosialisasi Belum Optimal

Terasjabar.co – Sosialisasi pemerintah mengenai penghentian siaran TV analog atau analog switch off (ASO) masih jauh dari optimal. Padahal, migrasi siaran TV analog ke digital memberikan banyak manfaat, di antaranya demokratisasi penyiaran.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat Rafael Situmorang menyampaikan hal tersebut di sela acara Literasi Media Digital di Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (6/12/2022). Menurut Rafael, masih banyak warga yang belum mengerti kenapa siaran TV analog dihentikan.

“Masyarakat di Indonesia belum paham kenapa harus pindah ke TV digital, karena sosialisasinya sangat lemah. Kemkominfo hanya menyosialisasikan gambar bersih, tanpa memberikan pemahaman lainnya mengenai manfaat ASO ini,” katanya.

Sebagai anggota dewan, dia juga mengaku kerap ditanya oleh masyarakat terkait kebijakan ASO ini. Penjualan set top box (STB) sebagai perangkat untuk menonton TV digital yang meningkat hingga marak kasus penipuan jual beli STB turut jadi cerminan sosialisasi yang lemah.

“Kami melihat memang lemah (sosialisasi mengenai migrasi TV analog ke digital). Maka, kami turun tangan untuk menyosialisasikan kebijakan tersebut mengenai manfaat ASO ini, bukan hanya siaran TV menjadi jernih dan canggih,” ujarnya.

Rafael menjelaskan, pengalihan siaran TV ke digital dapat menciptakan demokratisasi penyiaran, karena akan banyak channel TV baru yang muncul.

Masyarakat pun dapat menerima manfaat karena semakin banyak pilihan untuk menonton TV. Selain itu, dia menambahkan, kebijakan tersebut juga dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat di bidang ekonomi kreatif digital. Di antaranya ialah pekerjaan sebagai kreator konten.

“Dengan adanya TV digital, masyarakat jadi memiliki wadah untuk menampung karyanya, karena pengusaha TV baru pasti akan butuh konten yang segar dan berkualitas. Jadi, ada peluang kerja di sana,” ucapnya.

95 lokasi

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat Adiyana Slamet menyatakan, sosialisasi mengenai kebijakan ASO telah dilakukan sejak tahun 2021. Sosialisasi tersebut digelar di 95 lokasi di 27 kota dan kabupaten Jawa Barat.

“Untuk Bandung Raya yang masuk wilayah layanan siar 1 kolaborasi dengan Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat sudah dilakukan lima kali, kemudian dua kali dengan lembaga penyiaran, dan tiga kali dengan elemen masyarakat,” kata Adiyan.

Untuk menguatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat pengalihan siaran TV analog ke digital, ujar dia, pihaknya pun terus melakukan kegiatan literasi media digital.

“Tujuan literasi digital ini memang untuk menguatkan pemahaman masyarakat,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *